|
Judul: Bukan hanya untuk saat ini
Salomo, anak Daud, akan memikul tanggung jawab yang sangat berat
untuk membangun Bait Allah kelak. Menyadari hal itu, Daud tidak
tinggal diam. Penolakan Allah tidak membuat Daud mogok atau
bersikap tidak mau tahu. Ia tidak berpangku tangan dan membiarkan
Salomo sendirian mengerjakan tugas besar itu. Ia ingin membantu,
setidaknya dalam mempersiapkan karya agung itu. Salah satu
diantaranya adalah melalui perang melawan bangsa-bangsa yang
menjadi musuh Israel selama itu. Dengan kemenangan yang diraih
dalam peperangan, Israel tentu akan memiliki wibawa dan disegani
bangsa-bangsa lain. Mereka tentu tidak akan berani mengganggu
Israel.
Begitu pula saat harus berhadapan dengan Amon dan Filistin, musuh
lama Israel. Tidak ada kompromi! Tanpa ampun kedua bangsa itu
dikalahkan. Ketika berhadapan dengan Amon, kota Raba diruntuhkan
dan penduduknya dijadikan budak. Saat menghadapi Filistin,
raksasa-raksasanya ditundukkan. Bukan hanya itu. Harta kekayaan
kedua bangsa itu pun dirampas sebagai jarahan. Maka semakin
lancarlah jalan Daud dalam mempersiapkan Salomo membangun Bait
Allah kelak. Peperangan yang terjadi dapat menjadi proses
persiapan untuk menciptakan keamanan bagi Israel saat Salomo
membangun Bait Allah nanti. Selain itu, kemenangan dalam
peperangan membuat Daud memperoleh dana tambahan untuk persiapan
pembangunan Bait Allah.
Hidup dan karya Daud bukan hanya menjadi berkat bagi orang-orang yang
hidup pada masanya. Keberadaan dan peranan Daud juga menjadi
penting bagi generasi berikutnya. Lalu bagaimanakah kita
mengarahkan hidup kita? Apakah kita hanya hidup untuk masa kini
dan hanya bagi diri sendiri? Pernahkah kita berpikir bahwa kita
pun dapat berperan bagi kehidupan dan kemajuan generasi di bawah
kita? Caranya? Secara pasif, kita dapat menjadi teladan hidup
bagi mereka. Secara aktif, kita dapat ambil bagian dalam
pelayanan dan pembinaan kepada generasi muda.
|