Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 6:31-53
< Agustus
2008
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Senin 11 Agustus 2008

Judul: Biduan rumah Tuhan
Apa fungsi nyanyian dalam sebuah ibadah? Bukan hanya zaman sekarang, zaman dulu pun nyanyian sebagai bagian dari ibadah sudah penting dan diatur dalam liturgi-liturgi yang serasi. Itulah sebab kita bertemu dengan mazmur-mazmur yang dinyanyikan untuk jenis ibadah tertentu dengan liturginya masing-masing.

Rupanya penetapan biduan atau orang yang memimpin pujian di rumah Tuhan mulai digarap dengan serius pada masa Raja Daud (ayat 31-32). Dengan adanya orang-orang yang mengelola lagu-lagu sesuai dengan jenis ibadahnya, tentu suasana ibadah bisa lebih terarah. Tokoh-tokoh biduan yang dicatat ternyata adalah tokoh-tokoh yang gubahan pujiannya tercantum dalam kitab Mazmur. Heman (ayat 33-38) menggubah Mazmur 88. Asaf (ayat 39-42) menggubah Mazmur 50, 73-83. Etan (ayat 44-47) menggubah Mazmur 89.

Perikop kita ini kemudian membicarakan keturunan Harun dan tugas-tugas mereka (ayat 48-52). Sebagai imam besar, merekalah yang memiliki kewajiban mewakili umat Allah untuk mempersembahkan kurban-kurban bakaran dan kurban ukupan serta ritual yang secara khusus diselenggarakan di ruangan maha kudus bait Allah. Dengan pembagian tugas yang rinci dan terpadu, segala kegiatan pelayanan di rumah Tuhan dapat diselenggarakan dengan baik dan khidmat. Fungsi para biduan mempersiapkan hati umat untuk masuk dalam suasana ibadah yang khusuk, sehingga hati mereka diarahkan pada Tuhan. Sedangkan para imam melakukan ritual yang merupakan inti ibadah. Jenis-jenis kurban yang dipersembahkan mewakili tiga fungsi ibadah: persekutuan, penyembahan, serta pengampunan dosa.

Tidak ada ibadah kristiani yang tidak diiringi dengan nyanyian pujian dan penyembahan. Hanya persembahan kurban-kurban tidak lagi dilakukan karena sudah digenapi oleh persembahan Kristus di salib. Bagian itu digantikan dengan pemberitaan firman yang merenungkan kembali segala kebaikan Allah dalam hidup umat.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran