Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Mazmur 37:21-40
< Agustus
2008
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa 5 Agustus 2008

Judul: Orang benar mewarisi bumi
Berulang kali di mazmur ini, orang benar disebut-sebut akan mewarisi negeri/tanah (ayat 9, 11, 22, 29, 34). Apa maksud mewarisi negeri/tanah?

Di Perjanjian Lama, yang disebut sebagai umat Tuhan adalah bangsa Israel. Kepada mereka, Tuhan telah memberikan tanah Kanaan sebagai tempat tinggal mereka, sesuai dengan janji-Nya kepada Abraham. Jadi mewarisi tanah merupakan tanda bahwa Tuhan menyertai dan memberkati mereka. Dengan tanah yang mereka miliki dan tinggali, mereka bisa membangun kehidupan yang makmur dan sejahtera. Janji Tuhan nyata bagi anak-anak-Nya (ayat 23-26). Namun, bukan hanya Tuhan memberkati dan memelihara mereka lewat tanah yang menjadi sumber kehidupan mereka, mereka juga harus menegakkan keadilan dan kebenaran bagi sesama umat Tuhan, bahkan juga bagi orang-orang asing yang tinggal di antara mereka (ayat 27-29). Mewarisi tanah merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab. Ketidaksetiaan mereka dalam menjalankan sisi tanggung jawab itu akan mengakibatkan penghukuman. Salah satu hukuman yang paling keras, yang Tuhan bisa jatuhkan kepada umat-Nya, kalau mereka terus menerus berdosa dengan mengkhianati Tuhan, adalah kehilangan negeri perjanjian dan terbuang ke negeri orang lain (Ul. 28:64-68).

Oleh sebab itu pemazmur mendorong umat Tuhan mempraktikkan hidup yang serasi dengan anugerah-Nya. Orang yang fasik, yang dengan sombong menjalani hidup dengan melawan Tuhan, tak akan memiliki masa depan (ayat 35-36, 38). Sebaliknya orang-orang yang hidup benar akan Tuhan pelihara (ayat 37, 39-40).

Kalau hidup kita saat ini tertekan oleh ulah orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, bertahanlah dalam kesetiaan dan ketekunan iman. Pada waktunya Tuhan akan membalikkan keadaan. Mereka yang jahat justru akan hancur, sedangkan orang yang bersandar pada Tuhan akan menikmati pertolongan dan segala berkat-Nya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran