Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 21:18-22:1
< Agustus
2008
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Minggu 31 Agustus 2008

Judul: Bukti pertobatan
Tuhan telah menyatakan janji-janji-Nya kepada Daud (1Taw. 17-21). Apa saja yang Tuhan janjikan? Kemenangan dalam peperangan, pengaruh atau wibawa yang semakin luas diakui, dan reputasi yang membuat Daud dan Israel makin disegani bangsa-bangsa di sekitarnya. Selain itu, Tuhan juga menjanjikan adanya suatu tempat yang aman dan damai bagi Israel. Semua itu bukan janji tinggal janji, karena Tuhan akan menggenapi.

Dosa yang Daud lakukan memang tidak akan menghalangi penggenapan janji Tuhan atas Israel. Namun bukan berarti bahwa dosa itu tidak perlu dibereskan. Maka setelah Daud mengakui dosanya, Tuhan menyuruh dia untuk membangun sebuah mezbah di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus (ayat 21:18). Mezbah itu akan digunakan sebagai tempat untuk mempersembahkan korban bagi Tuhan. Semula Ornan ingin memberikan tempat itu secara gratis, sebagai hadiah (ayat 21:23). Namun Daud tidak mau. Menurut Daud, sesuatu yang tidak membuat dia harus berkorban atau membayar harga, tidak dapat disebut sebagai persembahan. Daud tidak mencari cara murah dan gampangan untuk menyenangkan hati Tuhan (ayat 21:24-25). Tuhan pun kemudian menunjukkan perkenan-Nya atas korban bakaran yang dipersembahkan oleh Daud (ayat 21:26). Ia menurunkan api dari surga. Tuhan menghargai kerinduan Daud untuk bertobat dan memulihkan persekutuannya dengan Tuhan.

Kita memang tidak boleh melakukan dosa, dengan tidak memercayai Tuhan atau menyombongkan diri atas keberhasilan yang kita raih, seolah-olah itu terjadi karena kemampuan kita semata. Namun kemauan Daud untuk mengakui kesalahan dan bertobat dari kesalahan itu, harus kita tiru. Penyesalan akan dosa serta berbalik dan taat lagi kepada Tuhan adalah hal yang penting dalam hubungan kita dengan Tuhan. Jangan malah menjauh dan lari dari Tuhan. Itu tidak akan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan. Akuilah dosa bila melakukannya, dan bertobatlah!

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran