|
Judul: Melayani sesuai karunianya
Pelayanan yang dilakukan dengan motivasi yang benar dan sesuai cara
yang dikehendaki Allah pasti berhasil! Ini adalah komentar yang
tepat bila menyaksikan keberhasilan Daud memindahkan Tabut
Perjanjian ke ibu kota Israel pada perikop kemarin.
Oleh karena itu, respons Daud dan segenap umat adalah pujian
penyembahan serta ucapan syukur yang diwujudkan dalam bentuk
ritual sesuai Taurat, yaitu persembahan kurban bakaran dan kurban
keselamatan. Lalu diikuti dengan pemberkatan bagi seluruh bangsa.
Sebagai lambang keberkatan tadi sekeping roti, sekerat daging,
dan sepotong kue kismis dibagikan kepada setiap orang! Artinya
setiap umat boleh ikut berbagi sukacita karena Tuhan berkenan
kepada mereka.
Dengan hadirnya tabut Allah, maka diselenggarakan berbagai macam
pelayanan yang erat berkaitan dengannya. Kita harus mengerti
bahwa catatan ayat 2 yang mengatakan Daud mempersembahkan kurban
bakaran dan kurban keselamatan, bukan berarti Daud mengambil alih
tugas dan hak imam. Catatan ini hendak menunjukkan bahwa Daud,
sebagai raja mewakili umat, ikut serta dalam ritual tersebut yang
pasti dilayani secara langsung oleh para imam.
Melayani Tuhan ternyata bukan asal melayani! Setiap orang harus
melayani sesuai dengan panggilan dan tugasnya. Dari suku Lewi pun
masih lagi dibagi dalam berbagai tugas khusus sesuai dengan
puaknya. Ternyata dari berbagai puak tadi masih juga di bagi lagi
sesuai dengan bagian-bagian yang harus mereka layani. Ada
pembagian tugas dan tempat secara khusus. Kalau jenis dan bidang
pelayanan tidak sesuai dengan karunia masing-masing, pasti akan
timbul berbagai macam sungutan dan ketidakpuasan (band. 1Kor.
12:14-21; 1Ptr. 4:10; Flp. 2:14).
Renungkan: Apakah sebagai umat Allah, kita sudah ikut melayani?
Alangkah indahnya kalau kita semua melayani sesuai talenta kita
dan dengan sukacita !
|