|
Judul: Tuhan memelihara hamba-Nya
Suku Lewi ditetapkan Tuhan untuk melayani di rumah Tuhan. Oleh karena
itu mereka tidak mendapatkan tanah warisan untuk diolah turun
temurun, supaya fokus mereka adalah melayani Tuhan. Untuk
menghidupi suku Lewi dan keluarga-keluarga mereka, Tuhan telah
menetapkan agar suku-suku lain menyerahkan sejumlah kota dan
tanah penggembalaannya untuk dihuni kaum Lewi.
Daftar kota orang-orang Lewi yang dicatat di bagian ini adalah
sejajar dengan daftar yang dituliskan di Yos. 21:1-42. Yang
membedakan adalah pencatatan di Tawarikh mengikuti urut-urutan
keluarga Harun terlebih dahulu (ayat 54-61), baru kemudian
disusul dengan tiga keluarga Lewi, Gerson, Kehat, dan Merari
(ayat 62-81).
Dari daftar kota-kota ini kita bisa mempelajari beberapa hal.
Pertama, Tuhan memelihara suku Lewi lewat suku-suku lainnya,
berupa kota yang dihuni dan lahan yang bisa diolah, bagian dari
persembahan kurban yang boleh dinikmati oleh para imam yang
bertugas mempersembahkan, juga berbagai persembahan yang diatur
dalam Taurat. Kedua, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,
keluarga-keluarga Lewi memiliki tanah penggembalaan yang bisa
mereka kelola sendiri. Ini berarti mereka tidak perlu sepenuhnya
bergantung pada belas kasih orang lain.
Ketiga, kota-kota orang Lewi tersebar di antara wilayah-wilayah
suku-suku lainnya. Di antara kota-kota Lewi itu, ada kota-kota
yang dikhususkan sebagai kota perlindungan (ayat 67). Di kota
tersebut, seorang umat Tuhan yang secara tidak sengaja membunuh
orang lain (kecelakaan) , boleh melarikan diri dan dilindungi
dari pembalasan kerabat orang yang terbunuh.
Tuhan memelihara hamba-hamba-Nya secara khusus. Ini bukan berarti
menganak emaskan mereka, karena mereka pun dituntut tanggung
jawab yang besar. Sebab itu, tidak boleh ada iri terhadap mereka
atau merasa tidak puas dengan cara Tuhan mengatur.
|