|
Judul: Syukuri kebaikan Tuhan
Tabut Tuhan melambangkan kehadiran Tuhan dan berkat-Nya atas
umat-Nya. Itu sebabnya respons Daud dan umat Israel diungkapkan
lewat mazmur ucapan syukur yang begitu indah.
Mazmur ucapan syukur ini dimulai dengan ajakan untuk mensyukuri
kebaikan Tuhan dengan bernyanyi, bermegah, mencari wajah Tuhan,
dan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (ayat 8-13).
Lalu segala perbuatan Tuhan dijabarkan pada ayat-ayat berikutnya
(ayat 14-22). Pada intinya karya Tuhan atas umat-Nya bisa dibagi
menjadi dua bagian. Pertama, Tuhan mengikatkan diri-Nya dengan
Perjanjian kekal kepada umat-Nya (ayat 17). Salah satu isi
janji-Nya adalah memberikan tanah Kanaan sebagai milik pusaka
Israel. Kedua, Tuhan menjanjikan pemeliharaan-Nya atas umat-Nya.
Dia tidak membiarkan bangsa-bangsa lain mengusik milik-Nya (ayat
22).
Mazmur ini dilanjutkan dengan seruan mengajak, bukan hanya umat
Israel, tetapi segenap bumi (ayat 23) dan semua bangsa (ayat 28)
untuk membesarkan nama Tuhan. Mereka tentu sudah melihat dan
mendengar perbuatan-perbuatan dahsyat dan ajaib yang dilakukan
Tuhan atas umat-Nya. Dia bukan hanya Tuhan atas umat-Nya Israel,
melainkan Tuhan atas semua bangsa dan segenap alam. Tuhan
Pencipta adalah Allah yang mengatasi segala ilah lain (ayat
25-26). Dia adalah Raja bukan hanya atas Israel tetapi Raja dunia
ini (ayat 31). Respons umat sungguh tepat: "Amin! Pujilah TUHAN!"
(ayat 36).
Tidak ada yang lebih disukai Tuhan daripada pujian dan ucapan syukur
yang sungguh-sungguh keluar dari hati yang tulus. Tentu lebih
indah dan dahsyat kalau pujian dan syukur itu tidak semata-mata
berbentuk ibadah atau persekutuan, tetapi berwujud pelayanan yang
memberkati sesama manusia. Mereka yang masih hidup dalam
kegelapan dosa dan menyembah ilah-ilah hampa, kiranya melihat
Tuhan yang hidup melalui hidup anak-anak-Nya.
|