|
Judul: Melayani dari hati
Adakah hamba Tuhan yang sukses dalam pelayanan tanpa dukungan orang
lain? Bahkan Tuhan Yesus selama masa pelayanan-Nya di Palestina
menerima dukungan dari beberapa wanita untuk kebutuhan hidup-Nya
dan para murid-Nya (Luk. 8:1-3).
Perikop ini memperlihatkan banyak orang yang berperan di balik
kesuksesan Daud sebagai raja. Mereka adalah hamba-hamba Tuhan
sama seperti Daud. Melalui merekalah Tuhan memberikan kemenangan
besar (ayat 14). Mereka menjadi pendukung Daud yang setia, bahkan
yang rela berkurban demi raja mereka. Daud memelihara relasi yang
dekat dan timbal balik dengan para pendukungnya. Mereka setia
mendukung Daud, Daud menghargai kesetiaan mereka dan lebih
bertanggung jawab lagi dalam tugas menggembalakan umat Tuhan.
Satu kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga kepala pasukan Daud
dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk
mengambilkan air minum bagi Daud dari perigi di Betlehem.
Betlehem sebagai kota kelahiran Daud, pasti menimbulkan nostalgia
baginya. Respons Daud membuktikan kepeduliannya atas anak
buahnya. Dengan tidak meminum air pemberian itu, sebaliknya
mempersembahkannya kepada Tuhan, Daud menyatakan penghargaannya
yang besar kepada ketiga anak buahnya itu. Apa yang mereka
lakukan bagi Daud karena kecintaan mereka terhadap dia, kini Daud
peruntukkan bagi Tuhan. Seakan-akan kata-kata Yesus diwujud
nyatakan lewat peristiwa ini, "Apa yang kamu lakukan kepada salah
seorang yang kecil ini, kamu lakukan untuk Aku" (Mat. 25:40).
Baik Daud maupun para pendukungnya, melakukan pelayanan karena hati
yang mengasihi Tuhan sehingga mereka pun saling mengasihi.
Kiranya pelayanan kita pun juga memiliki motivasi serupa. Apalagi
kasih Kristus sudah nyata dalam hidup kita. Mari kita dukung para
pemimpin kita dengan dukungan yang tulus, yang lahir dari kasih
Ilahi.
|