|
Judul: Urapan Tuhan, dukungan rakyat
Kita sering mendengar slogan: TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan
untuk rakyat. Tanpa dukungan rakyat, para anggota militer yang
profesional seperti apapun tidak akan banyak gunanya dalam
menjalankan fungsi pembelaan negara. Demikian juga halnya bagi
seorang pemimpin bangsa. Tanpa rakyat yang dengan bulat hati
mendukungnya, pemerintahannya tidak mungkin kuat.
Daud memang beruntung karena mendapat dukungan dari pasukan-pasukan
semua suku. Semua wakil-wakil suku datang ke Hebron untuk
mengangkat Daud menjadi raja atas seluruh Israel" (ayat 38). Yang
unik dan berharga, masing-masing pasukan dari berbagai suku
memiliki keahlian militer yang beragam. Ada yang ahli strategi
perang, seperti suku Isakhar (ayat 32). Ada yang ahli dalam
menggunakan berbagai senjata, seperti suku Zebulon, Ruben, Gad,
dan Manasye (ayat 33a, 37). Ada yang spesialisasinya menggunakan
tombak dan perisai, seperti suku Yehuda dan Naftali (ayat 24,
34). Suku-suku lain disebut gagah berani dan sanggup berperang
(ayat 25, 28, 30, 36). Yang lebih penting dari semua keahlian
tersebut adalah ketulusan hati mereka (ayat 33b, 38). Motivasi
mereka tidak perlu diragukan lagi.
Namun apakah gunanya dukungan militer yang handal dan tulus, kalau
rakyat tidak ikut mendukung Daud? Puji Tuhan, di ayat 38 kita
membaca, "Memang juga seluruh orang Israel yang lain dengan bulat
hati hendak mengangkat Daud menjadi raja." Ini berarti dukungan
bulat rakyat. Rakyat mengenali Daud sebagai urapan Allah, bukan
hanya untuk menggantikan Saul yang sudah ditolak, tetapi untuk
memimpin mereka menjadi bangsa yang besar.
Dukungan rakyat memang tidak otomatis membuat seorang pemimpin
berkenan kepada Tuhan. Namun seorang pemimpin yang takut akan
Tuhan dan peduli kepada orang-orang dipimpinnya pasti mendapat
dukungan. Wibawa seorang pemimpin memang didapatkan dari Tuhan,
tetapi dikenali serta diakui oleh umat-Nya.
|