Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 18:1-17
< Agustus
2008
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 27 Agustus 2008

Judul: Mau seperti Daud?
Julian, adalah seorang perwira yang mengingkari iman Kristennya. Tahun 363, waktu ia memimpin pasukannya dalam peperangan, ia terluka parah oleh tikaman tombak seorang penunggang kuda. Pada waktu terkapar, ia menggenggam darah beku dari lambungnya yang tertikam, dan melemparkannya ke udara sambil berseru: "Hai Orang Galilea, Engkaulah yang menang." Tragis!

Berbeda dengan Daud. Ia memenangkan banyak peperangan dan menaklukkan banyak daerah: daerah orang Filistin, Gat dan anak kotanya, Moab, wilayah sungai Efrat, wilayah Aram dan Damsyik, termasuk orang Edom, dan Amalek (ayat 1-11). Tak heran bila ia memperoleh harta jarahan yang sangat banyak. Ditambah lagi upeti yang ia terima dari raja-raja yang ditaklukkan.

Apa yang membedakan Julian dari Daud? Apapun alasannya, Julian telah mengingkari imannya. Sedangkan Daud sangat mempercayai Tuhan. Ia memakai kekuasaannya untuk tujuan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Bagi Daud, kemenangannya merupakan pemberian Tuhan (ayat 6b, 13b). Kemenangan itu akan mempersiapkan masa damai yang diperlukan saat pembangunan Bait Tuhan. Barang-barang berharga yang dia peroleh dari kawan maupun musuh (ayat 7-11) akan menjadi simpanan yang nantinya akan digunakan bagi pembiayaan pembangunan Bait Tuhan. Meskipun dia tidak diperbolehkan membangun Bait Tuhan karena \'tangannya berlumuran darah\', itu bukan merupakan tanda bahwa ia tidak diperkenan Tuhan.

Orang yang beriman kepada Tuhan akan memakai hidupnya, waktu dan segenap potensinya, bagi pekerjaan-pekerjaan Tuhan, guna hormat dan kemuliaan nama-Nya. Orang seperti itu tidak akan bersikeras melakukan kehendaknya sendiri, melainkan mengutamakan kehendak Tuhan. Meskipun Tuhan menyatakan ketidaksetujuan atas keinginan atau tindakannya, ia tidak lantas marah-marah dan meninggalkan Tuhan. Bagaimana dengan kita? Mau jadi Julian atau Daud?

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran