|
Judul: Mau seperti Daud?
Julian, adalah seorang perwira yang mengingkari iman Kristennya.
Tahun 363, waktu ia memimpin pasukannya dalam peperangan, ia
terluka parah oleh tikaman tombak seorang penunggang kuda. Pada
waktu terkapar, ia menggenggam darah beku dari lambungnya yang
tertikam, dan melemparkannya ke udara sambil berseru: "Hai Orang
Galilea, Engkaulah yang menang." Tragis!
Berbeda dengan Daud. Ia memenangkan banyak peperangan dan menaklukkan
banyak daerah: daerah orang Filistin, Gat dan anak kotanya, Moab,
wilayah sungai Efrat, wilayah Aram dan Damsyik, termasuk orang
Edom, dan Amalek (ayat 1-11). Tak heran bila ia memperoleh harta
jarahan yang sangat banyak. Ditambah lagi upeti yang ia terima
dari raja-raja yang ditaklukkan.
Apa yang membedakan Julian dari Daud? Apapun alasannya, Julian telah
mengingkari imannya. Sedangkan Daud sangat mempercayai Tuhan. Ia
memakai kekuasaannya untuk tujuan yang selaras dengan kehendak
Tuhan. Bagi Daud, kemenangannya merupakan pemberian Tuhan (ayat
6b, 13b). Kemenangan itu akan mempersiapkan masa damai yang
diperlukan saat pembangunan Bait Tuhan. Barang-barang berharga
yang dia peroleh dari kawan maupun musuh (ayat 7-11) akan menjadi
simpanan yang nantinya akan digunakan bagi pembiayaan pembangunan
Bait Tuhan. Meskipun dia tidak diperbolehkan membangun Bait Tuhan
karena \'tangannya berlumuran darah\', itu bukan merupakan tanda
bahwa ia tidak diperkenan Tuhan.
Orang yang beriman kepada Tuhan akan memakai hidupnya, waktu dan
segenap potensinya, bagi pekerjaan-pekerjaan Tuhan, guna hormat
dan kemuliaan nama-Nya. Orang seperti itu tidak akan bersikeras
melakukan kehendaknya sendiri, melainkan mengutamakan kehendak
Tuhan. Meskipun Tuhan menyatakan ketidaksetujuan atas keinginan
atau tindakannya, ia tidak lantas marah-marah dan meninggalkan
Tuhan. Bagaimana dengan kita? Mau jadi Julian atau Daud?
|