|
Judul: Peribadahan dan puji-pujian
Pesta usai. Perhelatan besar selesai. Namun ibadah tidak pernah
berhenti. Ibadah adalah bagian sentral bagi kehidupan umat Tuhan.
Sesuai dengan peraturan Hukum Taurat, para imam dan Lewi telah
ditentukan Tuhan untuk melayani ibadah Israel. Yang Daud lakukan,
dicatat pada perikop ini, adalah penataan ulang sesuai dengan
tugas masing-masing.
Sesuai dengan talentanya yang sudah terbukti, yaitu menggubah mazmur,
Asaf dan saudara-saudaranya ditetapkan untuk melayani ibadah
(ayat 37). Hal yang sama menjadi tugas Obed-Edom dan
saudara-saudaranya, Heman dan Yedutun (ayat 41-42). Ketiga nama
ini, Asaf, Heman, dan Yedutun dikemudian hari dikenal sebagai
penggubah dan mungkin sekaligus pelantun nyanyian-nyanyian yang
indah, yang kita bisa ikut menikmatinya di Kitab Mazmur.
Secara khusus, Zadok, keturunan Harun, harus menyelenggarakan ibadah
di Kemah Suci Tuhan, dengan satu jenis ibadah setiap pagi dan
petang, sesuai dengan petunjuk Taurat (Kel. 29:38-46). Ibadah ini
adalah bagian dari rangkaian ibadah yang lebih lengkap yang
diatur di Taurat Musa: ibadah pagi dan petang, dilakukan setiap
hari; ibadah Sabat, dilakukan setiap hari ketujuh; dan ibadah
bulan baru, dilakukan setiap awal bulan.
Di akhir perikop ini dicatatkan bahwa seluruh umat Allah,
masing-masing, harus kembali ke rumah tangganya untuk
melaksanakan tugas panggilan mereka secara bertanggungjawab (
43). Demikian juga Daud pulang ke rumahnya. Menarik sekali, kata
yang digunakan untuk Daud adalah "untuk memberkati". Ini
menunjukkan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Artinya
melayani keluarga merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan.
Renungkan: Ibadah yang sejati bukan dibatasi oleh dinding-dinding
gereja, melainkan apa saja yang kita lakukan, sesuai dengan tugas
dan panggilan kita masing-masing, di hadapan Tuhan dan untuk
memberkati sesama!
|