|
Judul: Bukti kesetiaan Tuhan
Ayat pertama pasal ini mungkin lebih tepat menjadi konklusi silsilah
di delapan pasal pertama 1 Tawarikh. Mulai ayat 2, perikop ini
membuat daftar penduduk Yerusalem di masa pascapembuangan (ayat
2-34). Daftar nama yang terdapat di ayat 2-16 sejajar dengan Neh.
11:3-19. Beberapa nama yang disebut di ayat 17-43 disebut juga di
kitab-kitab Ezra dan Nehemia.
Daftar penduduk di Yerusalem ini penting untuk menunjukkan hubungan
mereka dengan berbagai silsilah yang sudah disebutkan di
pasal-pasal sebelumnya. Apalagi daftar ini dicatat secara
sistematis berdasarkan status mereka: awam, imam, Lewi dan
pengerja di bait Allah (ayat 2). Seorang penduduk Yerusalem akan
dengan mudah menemukan nama nenek moyangnya di silsilah yang
dicatat di pasal-pasal sebelumnya. Merupakan suatu kesukacitaan
dan kebanggaan ketika ia membaca dan menemukan nama nenek
moyangnya itu. Ia merasa dipersatukan kembali dengan leluhurnya
dalam ikatan kekeluargaan dan kebangsaan, dan sangat mungkin
ikatan persekutuan rohani.
Rangkaian nama-nama di pasal 9 ini ditutup dengan silsilah Saul (ayat
35-44) yang merupakan pengulangan pasal 8:29-40. Perikop ini
merupakan pengantar untuk masuk ke pasal 10 di mana kisah akhir
hidup Saul diungkapkan.
Rangkaian panjang silsilah nenek moyang Israel yang ditutup dengan
daftar umat pascapembuangan ini merupakan hal penting untuk
dibaca dan dihayati umat Tuhan pada masa lalu. Bahkan juga
merupakan pelajaran penting bagi umat Tuhan masa kini. Gereja
masa kini tak boleh melupakan sejarah dan masa lalunya. Sejarah
masa lalu merupakan bagian pembentukan Tuhan yang menghasilkan
gereja masa kini. Masa lalu adalah bukti kesetiaan Tuhan yang
membentuk umat-Nya lewat disiplin dan pengalaman jatuh bangun
iman, dan yang terus menerus menyertai dan memberkati mereka.
Masa kini adalah kelanjutan pemeliharaan Tuhan yang membentuk
hidup umat untuk berhasil.
|