Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 1Tawarikh 14:1-17
< Agustus
2008
>
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu 20 Agustus 2008

Judul: Pemimpin yang diberkati
Tanda apa yang menunjukkan bahwa Tuhan berkenan atau memberkati pelayanan seseorang? Kepemimpinan Daud semakin kokoh karena Tuhan sendiri yang memberkatinya (ayat 17). Bagaimana Tuhan memberkati Daud?

Pertama, melalui raja Hiram dari Tirus yang mengirimkan Daud berbagai hadiah untuk digunakan membangun istananya. Sikap Hiram ini bisa diartikan pernyataan hormat atau bahkan tunduk (semacam upeti) terhadap pemerintahan Daud. Bagi Daud sendiri ini merupakan tanda penyertaan Tuhan atas dirinya sebagai Raja Israel. Penulis Tawarikh mencatatkan hal kedua yang merupakan bukti berkat Tuhan atas Daud, yaitu anak-anak Daud yang dilahirkan baginya oleh istri-istrinya. Memang tindakan Daud mengambil banyak istri adalah sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan (band. Ul. 14:17). Namun, memiliki banyak anak merupakan tanda perkenan Tuhan atas seseorang (lih. Mzm. 127:3).

Ketiga, penyertaan Tuhan atas Daud nyata dari pertolongan-Nya ketika orang Filistin berupaya menangkap Daud. Daud, belajar dari kesalahan pertama, yaitu gagal memindahkan Tabut Perjanjian karena tidak meminta petunjuk Tuhan. Maka saat itu ia meminta berkonsultasi pada Tuhan. Tuhan menjawab bahkan memberikan strategi jitu (ayat 14-15) yang berhasil mematahkan kekuatan pasukan Filistin sampai dua kali (ayat 11-12, 16). Kekalahan Filistin meneguhkan Daud bahwa Tuhan berpihak kepada dia. Pada saat yang sama, Daud dan umat Israel juga semakin yakin bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan sejati, terbukti dengan ketidakberdayaan ilah-ilah sesembahan Filistin (ayat 12).

Penyertaan Tuhan semakin nyata pada saat kita semakin bersandar dan berserah kepada Dia. Namun bila kita melupakan anugerah, dan berjuang sendirian dengan daya dan pikiran sendiri, maka kita akan mendapati diri kita tidak disertai Tuhan. Tak heran bila kita kalah saat menghadapi cobaan hidup! Mari kita belajar seperti Daud, makin melihat pemeliharaan Tuhan, makin kita taat pada firman-Nya.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran