Bacaan : 1Samuel 16:1-13
Dr. Joyce Brothers, seorang psikolog terkenal di Amerika, diam-diam
pernah melakukan observasi di sebuah Taman Kanak-kanak. Hasil
observasinya menunjukkan bahwa para guru cenderung bersikap lebih
baik dan lebih sabar kepada anak-anak yang secara fisik lucu, cakep,
dan menarik. Begitu juga para murid, mereka lebih cenderung mendekati
temannya yang secara lahiriah menarik. Sedangkan anak-anak yang tidak
menarik, cenderung dijauhi. Bahkan, kerap dianggap sebagai pembawa
masalah.
Begitulah umumnya orang, cenderung lebih terfokus pada tampilan
lahiriah, mengukur sesama hanya dari sisi jasmaniah. Seperti juga
Samuel ketika datang ke rumah Isai atas perintah Tuhan untuk
mengurapi calon raja Israel pengganti Saul (ayat 1). Waktu melihat
Eliab, salah seorang anak Isai, Samuel langsung terpikat dengan paras
dan perawakannya yang tinggi (ayat 6,7). Akan tetapi, Tuhan tidak
demikian. Penampilan jasmaniah, bukan itu yang Tuhan lihat.
Firman-Nya, "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia
melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" (ayat 7).
Maka, kalau kita tidak memiliki penampilan lahiriah secakep atau
semenarik orang lain, jangan kecil hati atau rendah diri. Sebab,
Tuhan tidak melihat hal-hal lahiriah dari kita. Tuhan melihat hati.
Sebaliknya, kalau kita dikaruniai penampilan fisik yang elok dan
menawan, jangan sombong. Sebab, bukan itu ukuran kualitas atau nilai
kita di hadapan Tuhan. Tuhan tidak akan memperlakukan kita secara
istimewa hanya karena kita memiliki wajah rupawan dan tubuh atletis
--AYA
KEINDAHAN BATINIAH JAUH LEBIH BERNILAI
DARIPADA KEINDAHAN JASMANIAH
|