Bacaan : Ibrani 13:1-3
Martir, orang-orang yang mengorbankan nyawa demi membela dan
mempertahankan iman, menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah
gereja. Bahkan pada era modern ini, justru semakin banyak orang yang
menjadi martir. Menurut catatan World Christian Trends susunan David
Barrett dan Todd Johnson (2001), jumlah martir sejak permulaan gereja
sampai akhir abad ke-20 sebanyak 69,4 juta orang. Namun 45,4 juta
jiwa -- hampir dua per tiga di antaranya -- menjadi martir sepanjang
abad ke-20 lalu. Pada dekade awal abad ke-21 ini, darah para martir
juga masih terus dicurahkan.
Seruan penulis kitab Ibrani, dengan demikian, tetap relevan dan
aktual. Ia mendorong umat Allah untuk mengembangkan simpati dan
solidaritas bagi saudara seiman yang lain. Ada jemaat yang dapat
hidup beribadah dalam ketenangan dan ketenteraman, tetapi di tempat
lain ada orang percaya yang mengalami penderitaan, penindasan, dan
pemenjaraan karena iman mereka. Sebagai sesama tubuh Kristus, sudah
semestinya kita memberi dukungan satu sama lain. "Karena itu, jika
satu anggota menderita, semua anggota turut menderita," kata Paulus
(1 Korintus 12:26).
Hari ini dicanangkan sebagai Hari Doa Internasional bagi umat
kristiani dan gereja yang mengalami penindasan di seluruh dunia.
Sebuah kesempatan khusus untuk mendukung saudara seiman yang
teraniaya, agar mereka memperoleh kekuatan dalam menanggung
penderitaan itu. Terlebih lagi, kita juga perlu berdoa bagi para
penindas dan negara-negara yang mendukung penindasan atau yang
menutup mata terhadap penindasan yang berlangsung di wilayah mereka
--ARS
DARAH PARA MARTIR
ADALAH BENIH GEREJA --Tertullian
|