Bacaan : 2Raja-raja 4:1-7
Suatu kali saya menemukan kutipan indah berikut, "Andai rumah saya
sangat bersih dan segala sesuatu tertata rapi, tetapi tak ada kasih
di situ, maka saya adalah seorang pembantu, bukan ibu. Andai saya
punya waktu untuk mengelap, mengepel, mendekorasi rumah dan seisinya,
tetapi tak punya waktu untuk menunjukkan kasih, maka anak-anak hanya
belajar tentang kebersihan, bukan kesalehan. Dulu saya pikir
keberhasilan seorang ibu dilihat dari bagaimana ia menata rumah.
Namun, kini saya tahu bahwa ukurannya adalah pada bagaimana anak-anak
belajar tentang kasih."
Semasa Elisa melayani, seorang janda meminta pertolongan kepadanya.
Ia janda dari seorang nabi Allah, yang telah dibunuh kejam oleh
Izebel. Ketika itu sangat sulit bagi seorang janda untuk mencari
nafkah. Dan kini ia terdesak; terjerat utang yang besar (ayat 1).
Namun, ia tak berbalik setia. Apalagi ia memiliki anak-anak. Ia ingin
anak-anaknya melihat dan mengalami bahwa Allah mereka patut
diandalkan. Maka, ia mencari Elisa sang hamba Allah. Ia dan
anak-anaknya pun mendapatkan mukjizat. Dan itu menyelamatkan serta
mengajarkan kebenaran penting pada anak-anaknya (ayat 5-7).
Bertumbuhnya seorang pribadi selalu ditopang oleh kehadiran dan
dukungan seorang ibu, atau seorang lain yang berperan sebagai ibu
baginya. Bagaimana berkata-kata, mengampuni sesama, berbagi serta
menunjukkan kasih, juga memercayai Tuhan, kebanyakan dipelajari orang
dari ibu. Maka, kiranya perhatian ibu bukan mengatur urusan rumah
jasmani saja. Yang jauh lebih penting adalah menata fondasi hidup
seorang anak, yang kelak bisa mengubah dunia dengan cara yang
menyenangkan Allah --AW
RUMAH BERSIH TAK MENJAMIN HATI SEKETIKA BERSIH
NAMUN IBU PENUH KASIH TERUS MEMBENTUK HIDUP PENUH KASIH
|