Bacaan : Roma 14:7-9
Sebuah gereja pernah menyebarkan formulir persiapan kematian. Tiap
anggota diminta menjawab pertanyaan seperti: Mau dikubur di mana?
Lagu-lagu apa yang ingin dinyanyikan saat kebaktian tutup peti?
Adakah ayat atau pesan terakhir? Kalimat apa yang akan ditulis di
batu nisan? Formulir itu akan disimpan oleh gereja dan dieksekusi
saat yang mengisinya meninggal. Beberapa orang berkata: "Tidak pantas
bicara soal kematian sebelum waktunya. Pamali!" Namun, menurut sang
pendeta, kematian harus dipersiapkan supaya momen itu bisa dipakai
"calon almarhum" untuk memuliakan Tuhan.
Paulus menegaskan bahwa kita ini milik Tuhan. Diri kita bukanlah
milik pribadi. Apa pun yang kita perbuat atau rencanakan selama hidup
perlu memuliakan Tuhan; mengakui ketuhanan-Nya; melayani
kepentingan-Nya, bukan kepentingan diri sendiri. Sampai saat kematian
pun, menurut Paulus, "kita mati untuk Tuhan" (ayat 8). Kematian kita
harus memuliakan nama-Nya! Jangan sampai saat dipanggil pulang, kita
meninggalkan jejak yang mempermalukan nama-Nya. Atau, mati karena
berbuat hal yang mencemarkan Dia. Kematian kita harus membawa berkat
bagi yang kita tinggalkan.
Persiapkan kematian sejak sekarang. Caranya? Pastikan pekerjaan Anda
hari ini membuat Tuhan tersenyum. Saksikan kebaikan Tuhan pada orang
sekitar, sehingga kapan pun maut menjemput, kita siap. Persiapkan
juga hari kematian Anda, supaya jika saatnya tiba, anak-anak Anda
tidak sampai berebut warisan. Biarlah hari itu menjadi hari terindah
bagi Anda, karena bertemu Tuhan muka dengan muka. Juga hari penuh
berkat bagi mereka yang telah berbagi hidup dengan Anda --JTI
JADIKAN TUHAN TERSENYUM MELIHAT CARA HIDUP ANDA
DAN CARA MATI ANDA
|