Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > IKUT MENGEMBARA
< Desember
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2009

Bacaan Setahun : Ibrani 11-13
Nats : ... kecuali Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, dan Yosua bin Nun, sebab keduanya mengikut Tuhan dengan sepenuh hatinya (Bilangan 32:12)

IKUT MENGEMBARA

Bacaan : Ulangan 1:34-40

Dua belas orang diutus untuk mengintai Kanaan. Sepuluh orang membawa kabar buruk yang menciutkan hati bangsa Israel. Dua orang, Yosua dan Kaleb, bersikap lain. Mereka percaya pada Tuhan yang berjanji akan menyerahkan tanah itu kepada Israel. Mereka yakin, Tuhan pasti memampukan bangsa itu menghadapi kesulitan yang menghadang. Namun, bangsa Israel tetap tidak mau percaya. Tuhan murka, sehingga bangsa itu harus mengembara selama empat puluh tahun di padang gurun.

Menariknya, Yosua dan Kaleb juga ikut menanggung konsekuensi tersebut. Mereka tidak diistimewakan dengan boleh memasuki Kanaan lebih awal. Mereka harus ikut mengembara bersama bangsa yang tegar tengkuk itu. Artinya, hari demi hari mereka juga harus mempertahankan iman di tengah orang-orang sebangsa yang tidak percaya. Selama empat puluh tahun!

Perjuangan yang berat, tetapi mereka berhasil melewatinya. Mereka akhirnya memasuki Kanaan bersama angkatan baru bangsa Israel. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berpegang pada janji Tuhan dengan sepenuh hati. Pengembaraan itu bukan penghukuman bagi mereka, melainkan masa pemurnian iman.

Iman kepada Tuhan memang tidak selalu mendatangkan hasil secara langsung. Yang lebih sering terjadi, iman kita malah akan diuji lebih jauh melalui keadaan dan lingkungan yang tidak mendukung. Pengalaman Yosua dan Kaleb menunjukkan bahwa iman justru diperkuat dan dimurnikan oleh tantangan tersebut. Teladan mereka menggugah kita untuk tidak menjadi ciut hati dalam menghadapi ujian iman hari demi hari --ARS

IMAN YANG TIDAK TERUJI BUKANLAH IMAN YANG BERHARGA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran