Bacaan : Kisah 15:35-41
Seorang ahli batu-batuan memasuki toko perhiasan. Penjaga menunjukkan
koleksi tokonya yang indah-indah. Ternyata, di antara permata yang
berkilau itu ada sebutir batu yang kusam. "Tunggu sebentar," kata
pelanggan itu. Ia mengambil batu itu dan menggenggamnya erat-erat.
Setelah beberapa saat, ia membuka tangannya, dan kini batu itu
berkilau begitu elok! "Ini batu opal atau ada yang menyebutnya
permata simpatik," katanya. "Cukup digenggam, keindahannya pun akan
memancar."
Paulus dan Barnabas bertengkar sengit gara-gara Markus. Barnabas
ingin melibatkan Markus dalam tim misi, tetapi Paulus menolaknya
karena pemuda itu pernah meninggalkan tim sebelumnya (Kisah Para
Rasul 13:13). Namun, secara mengejutkan, nama Markus muncul lagi,
dipuji Paulus dalam suratnya sebagai orang yang "pelayanannya penting
bagiku" (2 Timotius 4:11).
Alkitab tidak menjelaskan proses perubahan yang dialami Markus.
Namun, kita bisa membayangkan setidaknya dua kemungkinan. Pertama,
Barnabas menggosok dan menajamkan karakter Markus, sehingga pemuda
itu berubah menjadi murid Kristus yang setia. Kedua, Paulus
mengampuni Markus dan memberinya kesempatan kedua; dan Markus pun
membuktikan bahwa dirinya murid yang layak dipercaya. Melalui
genggaman Barnabas dan Paulus, batu opal bernama Markus itu menjadi
berkilau.
Jangan terkecoh oleh penampilan "kusam" seorang murid Kristus.
Mungkin ia memerlukan "genggaman tangan": pendampingan yang konsisten
dan berkesinambungan. Apabila ada saudara seiman yang gagal dalam
pelayanan, ampunilah ia dan ulurkan kesempatan kedua --ARS
MURID KRISTUS BUKANLAH ORANG YANG SEMPURNA;
IA TENGAH DIGOSOK AGAR MENJADI SEMAKIN BERKILAU
|