Bacaan : Mazmur 24
Pada hari Pemilu Presiden Juli 2009 lalu, saya menerima beberapa SMS.
Isinya menuduh calon presiden tertentu berniat jahat terhadap umat
kristiani, sehingga umat dihimbau tidak memilihnya. Tidak jelas dari
mana asalnya berita itu. Yang jelas, SMS itu telah menjadi pesan
berantai yang diteruskan ke mana-mana, tanpa diteliti dulu
kebenarannya. Teknologi SMS memudahkan orang menyebarluaskan berita
dengan cepat ke banyak orang, cukup dengan menekan tombol "send".
Orang tidak sadar bahwa ketika ia meneruskan pesan berisi fitnah, ia
pun masuk dalam jaringan pemfitnah!
Menipu dan memfitnah adalah persoalan serius di mata Tuhan. Di Mazmur
24, pemazmur bertanya: "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung
Tuhan?" Gunung Tuhan adalah Bukit Sion, sebuah bukit di Yerusalem
tempat Bait Allah berdiri. Lokasi ini dipandang sangat kudus, sebab
kehadiran Tuhan nyata disana. Maka, tidak semua orang boleh naik ke
situ untuk mendekati Tuhan dan menikmati hadirat-Nya. Hanya "orang
yang bersih tangannya dan murni hatinya" (ayat 4). Bersih tangannya
berarti tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Tidak
menipu dan memfitnah. Sedang murni hatinya berarti tulus. Tidak
memakai intrik untuk menjatuhkan sesama. Itulah syarat untuk mendekat
dan menerima berkat serta keadilan Allah (ayat 5).
Penipuan dan fitnah bisa terjadi lewat gosip dari mulut ke mulut,
lewat SMS, e-mail, maupun internet. Waspadalah! Jagalah agar tangan
dan hati kita selalu bersih, dengan tidak menyebarkan pesan yang
belum jelas kebenarannya. Keakraban kita dengan Tuhan terkait erat
dengan perbuatan dan hati yang bersih --JTI
TANPA KEMURNIAN DALAM KATA DAN PERBUATAN
TIDAK DAPAT KITA MENDEKAT PADA TUHAN
|