Bacaan : Mazmur 34:13-15
Berkata-kata sebagai salah satu bentuk komunikasi, tentu saja
penting. Banyak masalah muncul atau menjadi semakin besar karena
orang berdiam diri, tidak mau berkata-kata. Akan tetapi, Alkitab juga
mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan kata-kata yang kita
ucapkan. Sebab dalam banyak bicara, tidak jarang juga banyak
kesalahan terjadi. Kita bisa "tersandung" karena kata-kata. Tidak
mengherankan jika Yakobus mengumpamakan lidah seperti api; sesuatu
yang kecil, tetapi dapat membakar hutan yang besar (Yakobus 3:5).
Maka, penting sekali untuk kita senantiasa berhati-hati dengan
kata-kata yang akan kita ucapkan. Pikir dulu baik-baik. Jangan
tergesa-gesa atau asal berkata. Kata-kata ibarat telur: kalau sudah
dipecahkan tidak bisa dimasukkan kembali. Kata-kata fitnah, gosip,
atau pun kata-kata yang menyakiti, pada akhirnya hanya akan
meninggalkan luka bagi orang lain dan kerugian bagi diri sendiri.
Kita perlu selalu ingat, bahwa setiap kata apa pun harus dapat kita
pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan (Matius 12:36).
Marilah kita hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan membangun.
Dengan begitu, kita bukan saja tidak akan menyakiti orang lain,
melainkan juga menjaga diri sendiri dari hal-hal yang bisa merugikan.
Seperti dikatakan pemazmur, "Siapakah orang yang menyukai hidup, yang
mengingini umur panjang untuk menikmati kebaikan? Jagalah lidahmu
terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu"
(ayat 13,14). Semoga kita semakin bijaksana dalam memilih dan memilah
kata-kata yang akan kita ucapkan --MNT
KATA-KATA YANG TERUCAP BAGAI TELUR YANG DIPECAH
TAK BISA DIMASUKKAN LAGI KE CANGKANGNYA
|