Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > SAATNYA UNTUK MEMBERI
< Desember
2009
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Sabtu, 26 Desember 2009

Bacaan Setahun : Wahyu 4-6
Nats : Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur (Matius 2:11)

SAATNYA UNTUK MEMBERI

Bacaan : Matius 1:18-25, 2:9-11

Tanggal 26 Desember di Inggris dikenal sebagai Boxing Day. Sejarahnya, dulu di Inggris, para pelayan diharuskan tetap bekerja pada hari Natal. Tenaga mereka dibutuhkan karena majikan mereka biasanya mengadakan pesta Natal. Sehari setelah Natal barulah mereka bisa pulang kepada keluarganya. Biasanya pada saat mereka pulang itu, para majikan membekali mereka dengan berbagai hadiah. Saat ini, Boxing Day berkembang menjadi saat memberi hadiah kepada orang-orang yang sepanjang tahun telah mengabdikan dirinya melayani di berbagai bidang. Misalnya, para pekerja rumah tangga, penjaga mercusuar, tukang sampah, dan polisi lalu lintas.

Semangat utama yang melandasi Natal adalah semangat memberi. Berawal dari Allah yang memberi Putra-Nya Yang Tunggal untuk menyelamatkan manusia. Lalu, Maria dan Yusuf yang memberi dirinya untuk dipakai Allah sebagai sarana karya penyelamatan-Nya (Matius 1:18-25). Juga para majus yang datang jauh-jauh dari Timur untuk memberi benda-benda berharga sebagai persembahan buat Sang Bayi Kudus (Matius 2:9-11).

Maka, sebaiknyalah semangat memberi ini pula yang kita hidupi pada masa Natal ini; memberi kepada para sahabat dan handai taulan; memberi kepada orang-orang yang sehari-hari kita temui di kantor, di jalan, di gereja. Pemberian kita bisa berupa materi, bisa juga berupa tangan yang siap membantu, telinga yang siap mendengar, hati yang terbuka untuk menjadi saluran kasih sayang dan tercermin dalam senyum ramah, ungkapan terima kasih yang tulus, dan sapaan hangat. Mari kita jadikan Natal sebagai saat untuk memberi --AYA

PADA MASA NATAL INI BERAPA BANYAK ORANG

YANG TELAH MERASAKAN SUKACITA KARENA PEMBERIAN KITA?
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran