Bacaan : Yosua 18:1-10
Biasakanlah menulis!" merupakan sebuah nasihat yang kerap kita
dengar. Kegiatan mencatat atau menulis, kelihatannya sepele. Itu
pelajaran yang sudah kita dapat sejak Sekolah Dasar. Namun, jangan
diremehkan. Tulisan menyumbangkan perubahan sangat besar dalam diri
dan kehidupan manusia, itu memberi perbedaan amat besar. Bayangkan
jika Anda buta huruf pada zaman secanggih ini.
Apa istimewanya kegiatan menulis? Yosua tahu persis bahwa itu
menolong orang untuk berubah. Dibanding di masa kepemimpinan Musa,
nyatanya kehidupan bangsa Israel di masa kepemimpinan Yosua sungguh
berbeda. Tadinya mengembara di gurun, sekarang menduduki tanah
Kanaan. Akan tetapi, rupanya bangsa itu enggan mengubah cara hidupnya
sesuai dengan kenyataan. "Berapa lama lagi kamu bermalas-malas ...?"
(ayat 3). Mereka malas berubah. Demi mendorong mereka berubah, Yosua
menggunakan kiat "mencatat". Mencermati, mengukur, menulis daftar,
dan melaporkan. Pokoknya catat, catat, dan catat.
Dunia baca-tulis mengubah wajah dunia. Allah memberikan hukum
tertulis di Sinai. Para Rasul dalam Perjanjian Baru membina jemaat
melalui saurat-surat tertulis, yang kemudian dibacakan dalam
pertemuan-pertemuan jemaat. Reformasi gereja diiringi oleh
penerjemahan Alkitab. Buku mendidik dan mengubah cara pandang orang.
Banyak tokoh besar punya kebiasaan menulis buku harian. Tulisan
menanamkan pengaruhnya ke mana-mana. Apalagi di era informasi ini.
Minat dan kebiasaan baca-tulis sangat baik ditumbuhkembangkan.
Termasuk bergaul dengan firman Tuhan lewat waktu teduh seperti saat
ini --PAD
KERAP MEMBACA-MENULIS PASTI MENGUBAH SESUATU DI DIRI KITA
TINGGAL APA YANG KITA BACA DAN SEBERAPA SERING?
|