Bacaan : Mazmur 119:88-105
Belum lama saya membeli handphone baru. Saya merasa begitu kesulitan
saat pertama kali memakainya karena tidak mengerti cara
menggunakannya. Lalu saya membaca buku panduan penggunaannya. Dan
terperangah mendapati begitu banyak fasilitas yang tersedia dan dapat
dipergunakan. Namun, ada juga banyak larangan dan peringatan, demi
keamanan saya dan orang-orang yang berkomunikasi dengan saya.
Sayangnya, banyak orang tidak mematuhi peringatan itu, sehingga
terjadi kecelakaan yang tak diinginkan. Ada juga yang enggan membaca
buku panduan, sehingga tak maksimal memakai fitur yang ada.
Demikian juga Tuhan sudah memberi kita buku panduan hidup, yaitu
firman Tuhan agar kita hidup dengan baik, sesuai maksud dan
rencana-Nya mencipta kita. Namun, kita kerap kali malas membaca
firman Tuhan, dan hidup semau kita seperti orang bebal. Karena itu
jangan heran jika hidup kita terasa kacau dan tidak efektif. Bahkan,
menjadi malapetaka bagi orang lain. Kita membaca bahwa pemazmur terus
merenungkan firman Tuhan dalam hari-harinya. Itulah yang
menjadikannya lebih bijak daripada musuh, pengajar, dan bahkan
orangtua. Hidupnya pun tidak menyimpang dari hukum-hukum Tuhan.
Firman Tuhan pula yang menjadi kekuatannya saat mengalami
kesengsaraan. Firman Tuhan begitu penting baginya seperti pelita yang
menerangi jalannya yang gelap (ayat 105).
Sebab Tuhan yang menciptakan kita, Dia pula yang paling tahu
bagaimana kita harus menjalani hidup ini. Jika kita mau hidup
maksimal seperti yang Tuhan inginkan, tak ada jalan lain kecuali
setia merenungkan dan melakukan firman-Nya --VT
FIRMAN TUHAN ADALAH PETUNJUK MENJALANI HIDUP
MENGABAIKANNYA BERARTI MENYIA-NYIAKAN HIDUP
|