Bacaan : Filipi 2:1-11
Dalam sebuah ibadah Natal, ada tiga kelompok paduan suara yang akan
tampil. Karena tempat terbatas, tidak semua bisa duduk di depan.
Maka, salah satu kelompok diminta duduk di balkon. Masalahnya, tidak
ada yang mau ditempatkan di sana, karena tidak terlihat oleh jemaat.
Ketika panitia natal mendesak salah satu kelompok, para anggota
paduan suara itu menjadi marah. Mereka pun lantas mengadakan aksi
walk out. Tidak jadi melayani dalam ibadah itu.
Pelayanan di gereja tak jarang diwarnai perselisihan. Ada yang suka
memaksakan keinginan. Ada yang mengambek jika usulnya ditolak. Ada
yang tersinggung kalau dirinya kurang disanjung. Akar masalahnya
terletak pada keakuan. Orang kerap mengaku melayani Tuhan, padahal
yang dilayani dirinya sendiri. Akibatnya, tak ada kerendahan hati.
Para pelayan sulit untuk mengalah. Kepentingan pribadi atau kelompok
dinomorsatukan. Kalau sudah begini, kesehatian sulit tercipta. Yang
ada malah perpecahan. Itulah kondisi jemaat di Filipi.
Maka, Rasul Paulus mengajak jemaat Filipi untuk berkaca kepada
Kristus. Ciri utama pelayan Yesus adalah perendahan diri. Mulai dari
kelahiran sampai kematian-Nya, Yesus menempuh jalan menurun. Dia
kesampingkan hak-hak-Nya demi kepentingan umat yang Dia layani.
Di tengah kesibukan pelayanan, kita perlu bertanya kepada diri
sendiri, "Siapa sebenarnya yang aku layani? Apakah aku mengalah
karena mementingkan status, gengsi, dan ambisi pribadi?" Jika
jawabannya "ya", jelas kita bukan pelayan Tuhan. Kita telah menjadi
tuan. Bahkan, mungkin "tuhan kecil" --JTI
MELAYANI TUHAN BERARTI MENARUH DIRI SENDIRI
DI TEMPAT PALING BELAKANG
|