Bacaan : Efesus 4:17-32
Dengan wajah ketakutan dan suara pelan terbata-bata, anak saya
berkata, "Mama kalau marah, mengerikan. Aku takut!" Saya tertegun
mendengarnya. Kemarahan ternyata membuat saya tampak mengerikan!
Marah yang tidak terkendali, bisa merugikan. Apabila seseorang begitu
dikuasai kemarahan, ia bisa dibuat buta; seperti kehilangan akal
sehat, bersikap ngawur, tak peduli dan tak kenal siapa yang menjadi
sasaran kemarahannya. Marah semacam itu bisa menghancurkan semangat,
hubungan, juga kedamaian. Maka, firman Tuhan hari ini mengingatkan
agar jika kita sedang marah, kita jangan bersikap seperti manusia
lama yang belum mengenal Kristus. Manusia lama yang ketika marah
cenderung bersikap bodoh, berhati degil, dan berperasaan tumpul (ayat
17-19).
Kemarahan yang tidak terkendali bisa membuat kita mudah berbuat dosa
karena itu bisa menyakiti dan melukai diri kita sendiri dan orang
lain. Namun, pengenalan akan Kristus dan pembaruan roh serta pikiran
akan memampukan kita menahan diri untuk tidak berbuat dosa (ayat
21-23). Menyimpan kemarahan menumbuhkan akar pahit di hati dan
pikiran. Lama-lama ia bisa merusak jiwa dan raga. Kita diingatkan
supaya membuang kemarahan sebelum matahari terbenam (ayat 26).
Kemarahan bisa sangat mungkin menjadi tempat iblis memorak-porandakan
kehidupan. Maka, Tuhan meminta kita untuk tidak memberi kesempatan
kepada iblis (ayat 27).
Di dalam Kristus, kita mengenakan manusia baru dalam kebenaran dan
kekudusan (ayat 24). Jadi, mari terus berubah oleh pembaruan budi di
dalam Dia --CDW
SEMOGA RUMAH ANDA SEPERTI NAZARET
DI MANA YESUS MENETAP DAN MEMBAWA DAMAI DI RUMAH ANDA --IBU TERESA
|