|
Judul: Berjalan dengan Tuhan
Manusia unik adanya. Tiap orang diciptakan secara khusus, dengan
kelebihan dan kekurangan masing-masing, dengan karakter,
talenta, latar belakang, dan kebiasaan yang berbeda-beda pula.
Tidak ada yang sama.
Dalam memperlakukan perbedaan itu, Allah memiliki rencana dan
kehendak tersendiri bagi tiap-tiap orang yang percaya pada Dia.
Tentu saja rencana dan kehendak Allah bagi tiap-tiap orang
tidaklah sama. Allah memang memperlakukan dan menangani kita
masing-masing secara individu. Tidak pukul rata. Kita perhatikan
sendiri di dalam Alkitab, bagaimana Tuhan bersikap dan merespons
tiap tokoh Alkitab secara berbeda.
Allah tidak berkewajiban memperlakukan kita sama seperti Dia
memperlakukan orang lain. Ia tidak berkewajiban memberkati kita
dalam cara yang sama seperti Ia memberkati orang lain. Kita
tidak perlu meributkan atau merepotkan diri tentang hal itu. Itu
adalah kedaulatan dan wewenang Allah. Tugas kita hanyalah
memastikan bahwa kita sendiri sudah atau sedang mengikut Yesus
dengan sungguh-sungguh. Jika dengan serius kita mengikut Dia,
kita tentu tidak memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana Dia
memperlakukan orang di sekitar kita. Itu bukan urusan kita.
Itulah sebabnya Yesus menegur Petrus, yang ingin tahu mengenai
kehidupan Yohanes di masa depan. Menurut Yesus, apa yang terjadi
pada Yohanes sama sekali bukan sesuatu hal yang harus menjadi
bahan pemikiran Petrus (ayat 21-22). Karena Tuhan sendiri peduli
pada Yohanes dan tahu apa yang terbaik bagi dia.
Lagi pula memang tidaklah baik bagi kita untuk mengetahui dan
berusaha mencari tahu mengenai apa yng akan terjadi di masa
depan. Kita bisa tergoda untuk memperhatikan ramalan bintang
atau pergi ke tukang ramal. Ingatlah bahwa tugas kita
satu-satunya hanyalah mengikut Yesus tiap-tiap hari, setia
menapaki langkah demi langkah berdasarkan pimpinan Tuhan.
Menjalani hidup dengan menempatkan kehendak Yesus sebagai yang
terutama dalam hidup.
Pengantar Kitab
KEJADIAN
Kejadian adalah salah satu kitab terpenting dalam Alkitab, karena
bukan hanya kita mengenal Allah sebagai pemilik dan pencipta
dunia dan segala isinya, tetapi juga bahwa Allah menciptakan
dengan tujuan. Manusia diciptakan sebagai wakil Allah untuk
memuliakan Diri-Nya dan untuk mengembangkan dunia ini.
Kejadian menyajikan dua macam sejarah. Pertama, sejarah primeval
(Kej. 1-11), yaitu sejarah awal dari dunia dan manusia. Sejarah
ini dimulai dari penciptaan oleh Allah. Karya penciptaan Allah
baik adanya, tetapi kemudian dinodai oleh kejatuhan manusia ke
dalam dosa yang merusak kehidupan umat manusia. Kisah seperti
pembunuhan Habil oleh Kain (ayat 4:1-16), perkawinan antara
anak-anak Allah dengan anak-anak manusia (ayat 6:2) yang
memuncak pada penghukuman Allah lewat air bah (ayat 6-8), dan
menara Babel (ayat 11:1-9) menunjukkan dahsyatnya dosa yang
memporak-porandakan kemanusiaan. Namun di sisi lain, Allah
menyatakan kedaulatan dan kasih-Nya lewat rencana
penyelamatan-Nya dengan mempersiapkan umat pilihan-Nya lewat
keturunan Set (pasal 5), Nuh (pasal 10, 11), dan Terah (ayat
11:27-32), yaitu Abraham.
Kedua, sejarah pra-Israel (Kej. 12-50), yaitu sejarah nenek moyang
Israel. Sejarah pra-Israel ini menyajikan bagaimana Allah
memilih Abraham dan keturunannya, menjanjikan mereka menjadi
bangsa yang besar, untuk menjadi alat memberkati bangsa-bangsa
lain. Nenek moyang Israel ternyata bukan sosok yang sempurna,
tetapi manusia biasa yang lemah, kadang keliru dalam mengambil
keputusan iman yang bisa mengakibatkan kefatalan. Namun, Allah
yang memilih mereka menyatakan pemeliharaan-Nya atas
orang-orang-Nya, membentuk pribadi dan karakter mereka
sedemikian sehingga rencana Allah tetap terlaksana.
Kitab Kejadian diteruskan dengan Keluaran, Imamat, Bilangan, dan
Ulangan (Lima kitab Musa) yang mengisahkan bagaimana dari nenek
moyang mereka, Israel muncul dalam panggung sejarah dunia,
dipersiapkan menjadi umat Allah dengan fungsi model bagi bangsa
kudus dan kerajaan imam bagi bangsa-bangsa lain. Rangkaian
kitab-kitab Musa ini akan diteruskan dengan kitab-kitab sejarah
yang memaparkan bagaimana Israel menjalankan fungsinya tersebut.
|