|
Judul: Beritakanlah
Murid-murid Yesus telah terpenjara oleh rasa takut mereka sendiri.
Mereka berkumpul di dalam ruangan yang terkunci karena khawatir
akan sikap pemimpin-pemimpin Yahudi terhadap mereka setelah
kematian Yesus. Apalagi jasad Yesus pun kemudian hilang dari
kubur. Hidup mereka saat itu seperti sebuah sasaran tembak,
setiap saat dan tanpa terduga bisa saja terkena tembak. Tak
heran bila murid-murid Yesus jadi menyembunyikan diri
rapat-rapat. Namun semua itu tidak membatasi Yesus untuk hadir
di dalam ruangan tersebut dan menampakkan diri pada
murid-murid-Nya. Rasa takut menguap, berganti dengan damai dan
sukacita yang memenuhi hati.
Akan tetapi damai dan sukacita karena kebangkitan Yesus bukan hanya
milik mereka. Mereka juga harus membagikan berita sukacita itu
kepada orang lain. Itulah sebabnya Yesus kemudian mengutus
mereka ke dalam dunia dengan membawa berita tentang keselamatan
di dalam Yesus. Sebagai murid-murid Kristus, mereka memang harus
berpartisipasi dalam misi Allah bagi keselamatan dunia.
Kristus yang bangkit juga menginginkan kita dipenuhi dengan hasrat
untuk mengabarkan Injil kepada seluruh dunia, dimulai dari
tempat di mana kita berada. Tugas ini penting karena Allah
menghendakinya, dan mendesak karena zaman ini makin jahat. Maka
cara terbaik agar semua orang bisa mendengar berita sukacita ini
adalah dengan terus memperdengarkan kabar baik tentang
pengampunan melalui Yesus Kristus. Ingatlah bahwa bukan hanya
hamba Tuhan/pendeta atau orang yang aktif di bidang pelayanan
saja yang berkewajiban untuk mengabarkan Injil. Setiap kita yang
mengaku diri sebagai pengikut Kristus pun wajib ambil bagian
dalam hal ini. Bila kita merasa tidak memiliki kemampuan untuk
melakukannya atau tidak mengerti bagaimana caranya, mohonlah
pimpinan Roh Kudus. Kuasa Roh Kudus memampukan, mengajar, dan
menuntun orang percaya untuk menjadi utusan Kristus di dunia
ini.
|