Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 16:25-33
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis, 13 Maret 2008

Judul: Bukan pada iman kita
Rasa takut tidak akan pernah bisa memberi perspektif yang sehat untuk melihat masa depan. Maka pengajaran Yesus berikutnya bukan merupakan peringatan yang dapat membuat mereka takut, melainkan berupa janji.

Sebelumnya para murid merasa tertekan karena perkataan Yesus tentang masa depan begitu membingungkan mereka. Maka Tuhan berjanji bahwa untuk seketika waktu lagi mereka akan memahami apa yang mereka perlukan untuk hidup sebagai seorang murid (ayat 25). Janji ini berakar dari janji keakraban dengan Bapa yang sebelumnya tidak mereka kenal (ayat 26-27). Namun setelah Yesus mati di salib dan kemarahan Allah terhadap pendosa ditanggung-Nya, keakraban dengan Bapa telah dimungkinkan sebab pendosa telah dikuduskan. Allah sendiri memang tidak segan memberkati anak-anak-Nya. Ia sendiri mengasihi milik-Nya dan memenuhi kebutuhan mereka karena Dia adalah Bapa yang penuh kasih.

Jaminan itu diberikan dalam penegasan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang diutus oleh Bapa, yang kemudian akan kembali kepada Bapa (ayat 28). Namun saatnya belum tiba. Memang para murid telah menemukan keyakinan di dalam perkataan Yesus. Namun mereka akan menghadapi perlawanan yang akan membuat iman mereka diguncang (ayat 31-32). Lalu di mana letak penghiburan itu? Inilah penghiburan itu: Yesus tahu bahwa para murid akan pergi ketika situasi memburuk. Meski demikian, para murid perlu tahu bahwa kemenangan tidak bergantung pada iman mereka, melainkan pada karya Juruselamat di Kalvari (ayat 33). Kristus telah mengalahkan dunia, maka kita pun dapat menang atas dunia.

Sekarang ini banyak pengajaran yang menekankan bahwa kemenangan iman tergantung pada kualitas iman kita. Tentu saja ini tidak sepenuhnya benar. Allah memang menginginkan kita untuk hidup dari iman (Rm.1:17). Namun jangan tempatkan keyakinan kita pada iman kita, karena iman kita tidaklah lebih berharga daripada obyek iman itu, yaitu Yesus Kristus.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran