Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 14:1-7
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Selasa, 4 Maret 2008

Judul: Jalan
Kita mungkin tidak sadar bahwa orang Kristen zaman dulu lebih banyak dikenal dengan sebutan "pengikut Jalan [Tuhan]" (lih. mis. Kis. 9:2; 22:4). Bahkan kata "Kristen" atau "Khristianos" pun dulunya bermakna melecehkan: "orangnya si Khristos." Namun itulah kenyataannya. Menjadi Kristen berarti berada dalam perjalanan di jalan Tuhan, yakni mengikuti, menyaksikan, dan ikut mewujudkan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya Injil Yohanes memunculkan Yesus sebagai Sang Jalan yang kita pilih dan kita ikuti. Masalahnya, insan-insan modern seperti kita lebih senang dengan kema-panan. Berjalan berarti berpindah berarti berubah berarti tidak mapan. Dan itu tidak kita sukai!

Tujuh ayat ini sangat dalam dan kita tidak mungkin bisa mengupas semua isinya di sini. Namun ada beberapa poin yang perlu kita soroti. Pertama, bahkan setelah Yesus pergi pun Ia tetap melayani kita, para murid-Nya: Ia menyiapkan tempat bagi kita (ayat 2-3). Kedua, melalui Kristus Sang Jalan, kita mengenal Allah Bapa. Bahkan, tanpa Kristus kita tidak mung-kin mengenal Sang Bapa seperti ini. Ketiga, Sang Jalan yang kita sambut dengan iman ini sekaligus adalah kebenaran dan hidup kita: artinya, kita dibenarkan dan memperoleh hidup ketika kita melakukan langkah iman yaitu percaya kepada Kristus. Keempat, kita memperoleh jaminan surgawi dari Tuhan. Oleh sebab itu, sewajarnyalah bila kita merespons Dia dengan langkah konkret, yang berpadanan dengan status anugerah kita.

Poin renungan kita kali ini sederhana saja: Jika memang demikian, kita masih tunggu apalagi? Tidaklah pantas jika kita masih tetap mencintai \'kemapanan\' dunia ini dan melupakan mandat kemuridan kita, yaitu menyampaikan kabar bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, bahwa Allah Bapa takkan bisa dikenal kecuali melalui Dia. Sebagai murid, kita tahu "ke mana Tuhan pergi" (ayat 4) yakni menuju jalan yang mewujudkan kehendak Sang Bapa yang niscaya penuh kemuliaan.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran