Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 17:1-5
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat, 14 Maret 2008

Judul: Akrab dengan Allah
Di dalam Alkitab, kita menemukan doa-doa yang agung. Kita tentu terkesan dengan doa Salomo (ayat 1Raj. 8), doa Abraham (Kej. 18), atau doa Musa (Kel. 32). Namun doa Tuhan Yesus ini adalah doa teragung yang dicatat di dalam Alkitab. Mempelajari doa Yesus merupakan kesempatan unik bagi kita untuk melihat karakter dan hati Yesus.

Di dalam doa-Nya, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia telah memuliakan Bapa melalui hidup dan pelayanan-Nya di dunia (ayat 4). Namun saat kematian-Nya telah tiba (ayat 1). Bila sebelumnya Ia telah memuliakan Bapa melalui hidup dan ketaatan-Nya kepada Bapa, maka saat itu Ia berdoa agar dapat memuliakan Bapa juga di dalam kematian-Nya.

Di dalam permulaan doa-Nya, Yesus berdoa bagi diri-Nya sendiri. Ini bukanlah doa yang egois, karena sesungguhnya Ia menujukan semua itu bagi kemuliaan Bapa. Yesus sendiri dimuliakan melalui karya-Nya di kayu salib (ayat 2-3). Ia melakukan karya salib karena kehendak-Nya sendiri dengan menyampingkan kemuliaan kekal yang Dia miliki demi menyelamatkan manusia berdosa. Lalu bagaimana salib memuliakan Bapa? Melalui karya salib, Anak memuliakan Bapa dengan menyatakan kedaulatan Allah atas si jahat, belas kasih Allah bagi manusia, dan pembebasan orang percaya. Melalui salib, Yesus menjadi jalan eksklusif menuju hidup kekal. Dan hidup kekal ini ditemukan melalui pengenalan akan Allah yang dinyatakan di dalam Yesus Kristus (ayat 3).

Kita dapat melihat keakraban Tuhan kita dengan Bapa di dalam doa-Nya ini. Melalui karya salib-Nya, Yesus memungkinkan para pengikut-Nya di masa kini untuk menikmati juga keakraban dengan Bapa. Sebab itu, manfaatkanlah setiap waktu yang kita sediakan untuk bersekutu dengan Allah, menikmati keakraban dengan Bapa seperti yang Yesus nikmati di dalam doa-Nya. Namun ingatlah bahwa keakraban dengan Allah sebagai Bapa merupakan hak istimewa yang seharusnya membuat kita menghormati Dia. Ia telah membayar harga yang mahal untuk kita.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran