Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 15:18-27
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Senin, 10 Maret 2008

Judul: Dunia [bukan cuma] panggung kebencian
Faktanya demikian: Walaupun dunia ini makin modern dan paham humanisme makin berkembang, tetapi kebencian dan kekejaman manusia terhadap manusia lain pun makin bertambah, baik dalam kuantitas, \'kualitas\', dan kekerapan. Mengingat kebencian selalu membuahkan reaksi kebencian serupa, tak heran jika era \'maju\' yang kita alami kini lebih seru ketimbang masa barbar dulu kala. Pihak-pihak yang memusuhi orang Kristen pun tidak berkurang. Mengapa? Alasannya terjabar jelas dalam nas ini. Dunia membenci murid-murid Yesus, karena dunia sendiri telah membenci dan menolak Yesus "tanpa alasan." Dunia tidak percaya. Karena itu, respons para murid yang percaya kepada Yesus memang mesti berbeda dengan dunia.

Hal pertama yang kita lihat di dalam nas ini adalah para murid mesti menyatakan diri berbeda dari dunia ini, walau tadinya berasal dari dunia ini. Tentu hal ini tidak mudah. Namun bukan berarti kita tidak bisa wujudkan karena adanya dasar firman dan karya Roh Kudus di dalam hidup kita. Dunia boleh saja larut dalam kebencian dan dosanya, tetapi seorang murid Kristus justru harus berani menampakkan keberbedaannya di tengah semua itu. Karenanya di dalam nas ini kita bertemu dimensi kemuridan lainnya, yaitu tampil beda dari dunia. Selain itu kita juga menemukan bahwa selain berbeda, para murid juga harus bersaksi kepada dunia. Apa yang harus menjadi isi kesaksian kita sebagai murid Kristus? Kristus, karya-Nya bagi kita, dan panggilan-Nya kepada dunia.

Paragraf di atas mungkin terasa naif dan konyol: kenapa kebencian justru dilawan dengan kesaksian? Namun kita tidak boleh lupa bahwa kita bisa menjadi murid karena kuasa dan anugerah Tuhan yang dahsyat. Kesaksian kita pun, dalam waktu dan rencana-Nya, niscaya menghasilkan sesuatu yang dahsyat pula. Dunia pun telah, sedang, dan akan jadi panggung kedahsyatan kuasa Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita yang berkarya dalam kesaksian kita.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran