Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 15:9-17
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Minggu, 9 Maret 2008

Judul: Sekali lagi, mengasihi
Entah ada berapa milyar murid Yesus yang kini hidup di bumi ini. Satu hal menarik yang segera menonjol ketika kita memperhatikan hal ini adalah: betapa beragamnya kita. Pembaca renungan ini pun niscaya berasal dari kalangan tradisi gereja yang beragam. Di tengah keberagaman itu, sikap curiga, entah secara sosial atau doktrinal, sikap kecewa, kesal, dll. tetap mewarnai dinamika sikap dan hubungan para murid Kristus. Kondisi ini tentu saja tidak mungkin disingkirkan begitu saja. Walaupun begitu, kondisi ini pun tidak boleh kita terima begitu saja. Keberagaman denominasi, budaya, pola pikir teologi, dll., di antara para murid Kristus harus disikapi dengan satu hal penting: kasih.

Dalam nas ini Yesus mengajarkan bahwa tindakan mengasihi justru merupakan sebuah anugerah. Murid bisa mengasihi karena ia dipilih Tuhan untuk dikasihi, dan terlebih dulu dikasihi oleh Tuhan. Fakta ini membuat kita, sebagai murid, selamanya berutang kepada Allah, dan selamanya mesti merespons kasih itu dengan kasih kepada sesama kita. Bukan hanya itu, selain anugerah, mengasihi juga merupakan perintah dari Tuhan. Oleh karena itu, kondisi keberagaman di antara sesama murid Kristus harus kita hadapi dengan kesiapan dan kesigapan untuk mengasihi sesama murid. Kata-kata Tuhan dalam nas ini sangat jelas. Bukan kolega dari denominasi atau sinode yang sama saja yang harus kita kasihi, melainkan sesama orang yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, Anak Allah.

Bagi konteks kita, murid Kristus yang hidup di Indonesia, ini sangat penting. Sebagai contoh, kebanyakan orang Kristen di Jakarta tidak tahu apa yang dialami dan dihadapi saudara-saudari seiman kita di Bengkulu atau Papua, begitu pula sebaliknya. Menyadari hal ini, berbagai yayasan pelayanan seperti PPA berusaha keras agar kondisi ini tidak bertambah parah. Namun semua upaya itu niscaya percuma jika kita sendiri tidak punya tekad untuk mewujudkan iman kita dengan kasih yang konkret.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran