|
Judul: Tentukan sikap!
Bagaikan bola, Yesus dipingpong oleh Pilatus dan orang-orang Yahudi.
Orang Yahudi menginginkan kematian Yesus, tetapi tidak mau
mengotorkan tangan dengan membunuh Dia secara langsung. Pilatus
tidak menemukan kesalahan Yesus, tetapi khawatir kalau perkara
ini akan menjatuhkan dia dari kedudukannya yang saat itu begitu
dia nikmati. Yesus yang Mahakuasa rela menjadi bulan-bulanan.
Meski bukan seorang yang berhati baik, Pilatus sebenarnya bermaksud
melepaskan Yesus. Bukan demi keadilan, tetapi Ia tahu bahwa
orang Israel ingin membinasakan Yesus. Pilatus memang tidak
memiliki masalah secara langsung dengan Yesus. Ia juga tidak
membenci Yesus. Namun demi keamanan diri, Pilatus mengorbankan
kebenaran yang disuarakan hati nuraninya (ayat 18:38b; 19:4, 6).
Pilatus akhirnya mendukung proses hukuman salib bagi Yesus.
Walau berkuasa, Pilatus ternyata tidak sanggup menyelamatkan
Yesus. Nyata bahwa Pilatus ikut bertanggung jawab atas kematian
Yesus.
Orang-orang Yahudi pun bersalah. Mereka membenci Yesus karena adanya
selisih pendapat dalam hal pemahaman seputar tafsir Kitab Suci.
Setelah itu, mereka mati-matian berusaha untuk mengeksekusi
Yesus meskipun tidak dapat membuktikan bahwa Yesus bersalah.
Mereka juga yang membuat Pilatus merasa terancam, hingga ia
menyerah pada keinginan mereka untuk menyalibkan Yesus. Baik
Pilatus maupun orang Yahudi, sama-sama memperjuangkan
kepentingan sendiri dan sama-sama mengabaikan kebenaran. Maka
dengan mengorbankan kebenaran mereka sedang berjudi dengan maut.
Kita pun bersalah atas kematian Yesus. Dosa-dosa kitalah yang
menggiring Dia ke kayu salib. Namun di sisi lain, kematian Yesus
juga merupakan penggenapan rencana Allah dalam rangka
menyediakan jalan keselamatan bagi orang-orang yang terhilang.
Karena itu, tiada respons lain yang lebih tepat selain memohon
pengampunan atas segala dosa-dosa kita. Setelah itu, mintalah
Dia bertakhta di dalam kehidupan Anda. Jadikanlah Dia Tuhan yang
menguasai hidup Anda.
|