|
Judul: Firman melahirkan iman
Kesimpulan apa lagi yang ada dalam benak Maria Magdalena ketika ia
melihat kubur Yesus telah terbuka dan kosong, selain bahwa
jasad-Nya telah diambil orang? Dalam situasi seperti itu, tentu
saja tidak akan terpikir kemungkinan-kemungkinan lain. Maka
kemungkinan itu pulalah yang dia sampaikan kepada Simon Petrus
dan seorang murid Yesus yang lain (ayat 2).
Kemungkinan itu membuat kedua orang murid Yesus tidak sabar untuk
memeriksa kebenaran berita yang disampaikan Maria Magdalena
(ayat 3-4). Dan ternyata memang benar. Kubur terbuka! Namun
kedua murid tidak hanya terpaku pada fakta itu. Mereka juga
memperhatikan sesuatu yang aneh. Kain peluh, yang tadinya
menutupi kepala Yesus, saat itu sudah tergulung dan terletak di
tempat lain (ayat 7). Tentu telah terjadi sesuatu yang aneh.
Akan tetapi, bila jasad Yesus memang dicuri, tentu pencurinya
tidak akan menanggalkan kain yang dikenakan pada jasad Yesus.
Keanehan tersebut mengingatkan murid-murid akan apa yang
tertulis dalam Kitab Suci mengenai kebangkitan (ayat 9). Saat
itu mereka menyaksikan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Suci
telah digenapi. Mereka pun kemudian percaya bahwa Yesus telah
bangkit (ayat 8). Mendengar firman Tuhan memang membangkitkan
rasa percaya pada Tuhan.
Orang memang tidak mudah memercayai Yesus, karya salib-Nya,
kebangkitan-Nya, atau segala perbuatan ajaib yang Dia lakukan.
Padahal semua kisah itu telah ditulis, baik sebagai nubuat
maupun sebagai fakta historis. Meski demikian, ada saja orang
yang berusaha memberikan penjelasan-penjelasan logis untuk
menerangkan semua itu agar mudah diterima akal. Namun bila orang
pernah mendengar firman Tuhan, bukan tidak mungkin ingatan akan
firman membangkitkan iman. Hal ini pun harus didasari dengan
sikap yang mau terbuka menerima kebenaran Tuhan. Karena hanya
dengan memiliki sikap demikianlah, orang akan mau percaya walau
sulit memahami.
|