Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 14:15-24
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Kamis, 6 Maret 2008

Judul: Arti mengasihi Yesus
Menyanyikan banyak lagu tentang keagungan Yesus bukan jaminan bahwa si penyanyinya benar-benar mengasihi Yesus. Membangun begitu banyak gedung atau monumen yang mengusung nama Yesus pun tidak. Menulis banyak artikel seperti renungan ini pun sama saja. Nas ini menegaskan bahwa kasih murid kepada Tuhannya diwujudkan melalui ketaatan si murid pada perintah-Nya, baik dalam sikap, perasaan, dan tindakan.

Pemahaman kita tentang mengasihi Yesus makin seru karena para murid berhadapan dengan fakta bahwa Yesus naik ke surga. Arti mengasihi seperti di atas makin penting. Pertama, kita tidak ditinggalkan begitu saja, tapi memperoleh parakletos atau penolong, yaitu Roh Kudus. Sang parakletos jelas bukan manusia biasa, karena Ia adalah "Roh Kebenaran" yang menyertai kita dan diam di dalam kita (ayat 17). Artinya, dalam melakukan perintah-perintah Tuhan, kita tidak sendirian, tetapi mengalami penyertaan ilahiah. Kedua, dengan mengasihi Yesus secara sungguh-sungguh, kita menyenangkan hati Sang Bapa yang mengutus Yesus. Pemunculan figur Allah Bapa dalam Injil Yohanes bukanlah sekadar formalitas. Tema ini menandaskan bahwa apa yang dilakukan Yesus dan kita para murid-Nya merupakan bagian dari karya dan rencana Allah sejak bumi ini diciptakan. Melalui ketaatan kasih kita, kita beroleh anugerah menjadi bagian di dalamnya.

Kasih Tuhan tak pernah berubah. Namun zaman berubah, dan kita pun perlu mencari cara-cara baru dan kontekstual untuk mewujudkan kasih kita kepada Tuhan Yesus. Zaman ini menantang kita dengan perancuan nilai keluarga dan kemanusiaan; penindasan terhadap sesama manusia; perusakan lingkungan hidup; pemberhalaan kapital dan teknologi; dll. Setiap pagi hari, sebagai murid-murid Kristus, selayaknyalah kita berdoa, "Ya Tuhan, biarlah Roh Kudus menolong aku mewujudkan kasihku kepada-Mu melalui ketaatanku di tengah keluarga, lingkungan sosial dan alam, gereja, serta tempat kerjaku."

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran