Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 13:31-38
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Senin, 3 Maret 2008

Judul: Identitasku: kasih
Apa identitas utama yang membedakan para murid dari dunia? Bukan pemahaman doktrin yang komprehensif dan ortodoks! Ini memang penting, tetapi bukan itu pembedanya. Bisa saja orang dunia punya pemahaman doktrin sedemikian. Bukan pula kemegahan organisatoris dalam bentuk berlimpahnya anggota, dana, dan sarana. Ini memang baik, tapi organisasi dunia pun diizinkan Tuhan memiliki hal serupa.

Yang jadi pembeda para murid dari dunia adalah kasih. Namun kata kasih sendiri kerap dirongrong dan dibiarkan turun tingkat menjadi klise rohani. Kita hanya merasa perlu menyebut atau menyisipkan kata kasih dalam ujaran dan tulisan kita, walaupun dalam realpolitik kehidupan gerejawi, kenyataannya bisa lain. Pertimbangan kegerejaan, organisatoris pelayanan, atau relasi pribadi antarwarga gereja, justru banyak didasari oleh pertimbangan lain: mulai yang bersifat egois seperti ketidaksukaan, kenyamanan pribadi, dendam, hingga yang bersifat pragmatis seperti ketakutan terhadap reaksi pihak luar, persepsi perlu berhemat, dll. Namun tidak bagus jika kita melulu membahas ketiadaan kasih di sini. Masalah utama kita sebagai warga gereja dan murid Kristus adalah, teladan Kristus dan para murid itu terasa begitu jauh dari kita. Kasih terasa makin \'surgawi\' alias makin jauh dari bumi, bahkan di antara para murid-Nya.

Kita butuh teladan. Kita butuh contoh. Ketimbang hanya menunggu, mari kita saling jadi teladan bagi satu sama lain. Toh perintah Yesus, Tuhan kita itu, jelas: yang disuruh mengasihi adalah kita. Seiring dengan makin kencangnya laju zaman ini, kita justru makin kesulitan untuk menunjukkan kasih tulus kepada orang-orang yang paling dekat dengan kita: pasangan hidup, anggota keluarga, tetangga, sesama warga jemaat yang berdekatan, rekan pelayanan, dll. Kita perlu menggumulkan lagi kapan dan bagaimana hari ini, besok, dan hari demi hari seterusnya, kita menunjukkan kasih itu. Mari tunjukkan identitas sejati kita.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran