Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Yohanes 14:25-31
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Jumat, 7 Maret 2008

Judul: Roh dan firman
Doktrin pneumatologi [ajaran tentang Roh Kudus] tak jarang menimbulkan kontroversi. Padahal kita seharusnya justru terhibur dan dikuatkan oleh pengajaran tentang Sang Penolong/Penghibur [kedua kata ini terjemahan dari kata yang sama, parakletos], karena memang itulah tujuannya. Nas ini menegaskan peran Roh Kudus dalam kehidupan seorang murid: mengajar dan mengingatkan si murid akan firman Tuhan, serta mewujudkan damai sejahtera yang ditinggalkan Yesus. Kehadiran Roh Kudus juga yang memampukan kita bersukacita atas fakta perginya Yesus kepada Sang Bapa dan janji bahwa Ia akan kembali.

Selain kontroversial, ajaran tentang Roh Kudus kadang dipandang sebagai teori teologis atau bahkan semacam takhayul Kristen. Kadang juga orang Kristen terjebak dalam pemahaman keliru bahwa Roh Kudus baru hadir ketika terjadi berbagai hal supernatural/mukjizat. Padahal tidak demikian. Roh Kudus diutus bagi para murid (ayat 16), bukan semata-mata demi mengadakan mukjizat. Roh Kudus mengajarkan kepada kita "segala sesuatu" (ayat 26), yaitu segala kebenaran Allah yang telah dinyatakan melalui Yesus, dan mengingatkan kembali firman itu. Implikasi bagi kita adalah, pertama, hidup seorang murid benar-benar dilandaskan pada firman Tuhan. Roh Kudus mengingatkan kita, supaya kehidupan berlandaskan firman itu benar-benar terjadi. Kedua, dalam menaati firman Tuhan, kita tidak mengandalkan kuasa kita sendiri. Tak jarang kita gagal menaati firman bukan karena kita tidak mau, tetapi karena kita gagal mengandalkan kuasa Roh Kudus.

Doktrin ini berpengaruh pada segenap lingkar kehidupan kita. Bahkan dalam relasi dengan pasangan, anak, dan orang tua, kita mesti mengandalkan Dia agar kelakuan kita sungguh-sungguh serasi kebenaran Alkitab. Supaya hidup kita mengasihi atau mengalami dan menyebarkan damai sejahtera Tuhan, kita tidak boleh melupakan dua hal penting: bahwa landasannya adalah firman, dan Roh Penolong itulah yang mengingatkan dan memberdayakan kita.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran