|
Judul: Roh dan firman
Doktrin pneumatologi [ajaran tentang Roh Kudus] tak jarang
menimbulkan kontroversi. Padahal kita seharusnya justru terhibur
dan dikuatkan oleh pengajaran tentang Sang Penolong/Penghibur
[kedua kata ini terjemahan dari kata yang sama, parakletos],
karena memang itulah tujuannya. Nas ini menegaskan peran Roh
Kudus dalam kehidupan seorang murid: mengajar dan mengingatkan
si murid akan firman Tuhan, serta mewujudkan damai sejahtera
yang ditinggalkan Yesus. Kehadiran Roh Kudus juga yang
memampukan kita bersukacita atas fakta perginya Yesus kepada
Sang Bapa dan janji bahwa Ia akan kembali.
Selain kontroversial, ajaran tentang Roh Kudus kadang dipandang
sebagai teori teologis atau bahkan semacam takhayul Kristen.
Kadang juga orang Kristen terjebak dalam pemahaman keliru bahwa
Roh Kudus baru hadir ketika terjadi berbagai hal
supernatural/mukjizat. Padahal tidak demikian. Roh Kudus diutus
bagi para murid (ayat 16), bukan semata-mata demi mengadakan
mukjizat. Roh Kudus mengajarkan kepada kita "segala sesuatu"
(ayat 26), yaitu segala kebenaran Allah yang telah dinyatakan
melalui Yesus, dan mengingatkan kembali firman itu. Implikasi
bagi kita adalah, pertama, hidup seorang murid benar-benar
dilandaskan pada firman Tuhan. Roh Kudus mengingatkan kita,
supaya kehidupan berlandaskan firman itu benar-benar terjadi.
Kedua, dalam menaati firman Tuhan, kita tidak mengandalkan kuasa
kita sendiri. Tak jarang kita gagal menaati firman bukan karena
kita tidak mau, tetapi karena kita gagal mengandalkan kuasa Roh
Kudus.
Doktrin ini berpengaruh pada segenap lingkar kehidupan kita. Bahkan
dalam relasi dengan pasangan, anak, dan orang tua, kita mesti
mengandalkan Dia agar kelakuan kita sungguh-sungguh serasi
kebenaran Alkitab. Supaya hidup kita mengasihi atau mengalami
dan menyebarkan damai sejahtera Tuhan, kita tidak boleh
melupakan dua hal penting: bahwa landasannya adalah firman, dan
Roh Penolong itulah yang mengingatkan dan memberdayakan kita.
|