|
Judul: Menghadapi yang tidak percaya
Tomas adalah murid yang tidak mudah memercayai kesaksian atau opini
orang lain. Tak heran bila ia juga tidak mudah memercayai cerita
murid-murid lain bahwa mereka telah melihat Tuhan. Tomas ingin
membuktikan sendiri.
Menghadapi sikap Tomas, Tuhan tidak marah. Ia malah berkenan
menyatakan diri kepada Tomas. Melihat bahwa Tomas hanya mau
percaya kalau membuktikan sendiri, Yesus menawarkan kesempatan
pada Tomas untuk melihat dan menyentuh bagian tubuh-Nya yang
luka. Betapa besarnya kasih karunia Yesus pada Tomas, seperti
kasih seorang ibu yang hanya menginginkan kesembuhan bagi
anaknya yang sakit. Tak pelak, pembuktian itu membuat mulut
Tomas mengakui kedaulatan Yesus. Yang muncul bukan lagi Tomas
yang bergelut dengan keraguan, tetapi Tomas yang bertelut dalam
pengakuan bahwa Yesuslah Tuhannya.
Kisah Tomas memperlihatkan pada kita bahwa Yesus memberi perhatian
juga pada orang yang kritis dan hanya mau berdiri di atas fakta
atau realitas. Ia membuat diri-Nya nyata dengan membiarkan Tomas
berhadapan dan bersentuhan dengan Dia. Yesus menunjukkan
kasih-Nya melalui cara yang dapat dipahami oleh Tomas. Kisah
Tomas memberi pelajaran bagi kita, yang terlibat di dalam
pelayanan, untuk menyatakan bahwa kasih Tuhan nyata bagi orang
yang kita layani.
Kisah berikut kiranya menjadi inspirasi bagi kita. Seorang hamba
Tuhan melayani sebuah kelompok pemahaman Alkitab buat remaja.
Salah seorang remaja yang dia pimpin harus menghadapi perceraian
orang tuanya. Kesedihan dan kemarahan yang terpendam di dalam
diri si remaja akibat perceraian tersebut, membuat dia ingin
menguji kasih Yesus dan kasih hamba Tuhan yang melayani dia.
Tantangan ini membuat si hamba Tuhan bertekun dalam doa, meminta
Allah menganugerahkan kesabaran Ilahi untuk melayani si remaja.
Dua tahun kemudian, si remaja memutuskan untuk menyerahkan
hidupnya untuk melayani Tuhan sungguh-sungguh.
|