|
Judul: Ukuran kasih kepada Tuhan
Mengapa Yesus menanyai Petrus sampai tiga kali? Kita tentu ingat
bahwa sebelum penyaliban Yesus, Petrus telah menyangkal Yesus
sebanyak tiga kali. Padahal sebelumnya, Petrus telah menyatakan
bahwa kasih dan pada Kristus lebih besar dari murid-murid yang
lain (Mat. 26:35).
Pertanyaan Yesus yang pertama mengingatkan Petrus akan
kesombongannya, saat ia menyatakan diri lebih setia dibanding
murid-murid lainnya. Maka jawaban yang Petrus berikan tidak lagi
berisi perbandingan dirinya dengan orang lain. Pertanyaan Yesus
yang ketiga juga membuat Petrus sedih. Ia ingat bahwa saat
perjamuan malam, ia merasa mengenal dirinya sendiri. Namun
ternyata tidak. Maka untuk menjawab pertanyaan Yesus, ia pun
tidak bisa merasa yakin akan dirinya. Ia merasa lebih baik
percaya kepada Allah yang mengetahui segala sesuatu. Ini
merupakan langkah besar di dalam pertumbuhan iman Petrus.
Tak cukup sampai di situ, Yesus menyuruh Petrus untuk menjadi
gembala umat-Nya karena Yesus akan segera meninggalkan mereka.
Mereka membutuhkan gembala yang dapat memimpin dan menjaga. Jika
Petrus sungguh mengasihi Yesus, ia akan bersedia memperhatikan
domba-domba Tuhannya. Ia akan mencari domba yang terhilang
melalui penginjilan, ia akan membimbing domba yang lemah melalui
pemuridan. Dan seperti Gembala yang baik itu, ia akan
menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.
Kasih kepada Tuhan memang tidak bisa dinyatakan hanya dengan
kata-kata belaka. Kasih harus dinyatakan di dalam perbuatan dan
termanifestasi di dalam pelayanan. Pelayanan yang dimaksud bukan
hanya sekadar terlibat menjadi majelis, menjadi pengurus, atau
aktif di dalam paduan suara gereja. Namun ketika menghadapi
tantangan, ketika ada orang yang merasa harus lebih
dipentingkan, ketika merasa diperbudak, adakah kita tetap
memiliki kerendahan hati dan kerelaan untuk berkorban? Melayani
dengan kasihkah kita dalam berbagai situasi sulit?
|