|
Judul: Kesatuan orang beriman
Ada orang yang mendefinisikan bahwa agama adalah sesuatu yang
dilakukan seseorang di dalam kesendiriannya. Ini mungkin tepat
untuk beberapa agama tertentu. Namun tidak demikian dengan
kekristenan. Kita, yang menjadi pengikut Kristus, harus
mengingat bahwa Kristus satu dengan Bapa dan di dalam kesatuan
itu Ia mengharapkan pengikut-Nya menjadi satu dengan Dia. Ia
juga mengharapkan terjadinya kesatuan di antara murid-murid-Nya.
Beberapa kali dalam doa-Nya, Yesus mendoakan \'supaya mereka menjadi
satu\'. Jelas bahwa Yesus sangat memperhatikan apa yang akan
murid-murid-Nya lakukan di waktu kemudian. Ia menginginkan agar
mereka bersatu. Kesatuan yang dimaksud bukanlah keseragaman atau
bahwa semua orang Kristen harus berpikir dan melakukan hal yang
sama. Kesatuan justru terlihat dengan baik di dalam keragaman.
Orang memang senang berkumpul dengan orang yang sama dengan
mereka, tetapi Tuhan memanggil kita bukan supaya kita merasa
nyaman di tengah orang lain melainkan untuk menyesuaikan diri
dengan gambaran Anak-Nya. Betapa indahnya kesaksian gereja yang
memiliki anggota yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan
strata sosial.
Kesatuan Kristen bukan hanya untuk dipraktikkan di gereja sendiri
atau di kota yang kita tinggali. Kesatuan seperti yang Tuhan
bicarakan adalah kesatuan global, mencakup luasnya dunia. Bila
kita mendengar adanya orang Kristen yang terkena bencana,
janganlah tinggal diam. Sebagai anggota tubuh Kristus, kita
adalah satu dengan orang yang terkena bencana itu. Maka
seharusnyalah kita, bersama dengan orang Kristen lainnya,
memberikan bantuan sebagai sebuah pelayanan kepada saudara
seiman yang tinggal di sana. Kita harus bersukacita dengan
mereka yang bersukacita, menangis dengan mereka yang menangis,
dan melayani mereka yang membutuhkan, entah mereka adalah
anggota gereja kita atau orang yang tidak kita kenal. Mari kita
mempraktikkan kesatuan orang percaya bagi pujian dan
kemuliaan-Nya.
|