Bacaan : Bilangan 3:20-38
Manakah yang paling mulia di antara anjing, sapi, dan cacing tanah?
Sebagian mungkin memilih anjing karena pengabdiannya. Sebagian lagi
mungkin memilih sapi karena kegunaannya. Sedangkan untuk cacing
tanah, saya rasa tidak banyak yang akan memilihnya. Namun, kalau kita
mau berpikir lebih dalam, sebetulnya kita berutang banyak kepada
cacing. Cacing membantu mengubah sampah menjadi pupuk. Cacing juga
menggemburkan tanah, sehingga bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Bahkan,
ada yang berkata bahwa tanpa cacing tanah, akan ada krisis pangan
yang besar di dunia ini.
Demikianlah, tidak ada satu komponen pun di alam yang tidak berguna.
Bahkan yang tampak remeh pun ternyata sangat esensial.
Hal yang sama juga berlaku dalam struktur umat Allah, seperti yang
tertulis dalam perikop Alkitab hari ini. Masing-masing kelompok orang
Lewi memiliki tugasnya sendiri. Ada yang bertugas mengurusi tenda,
perabotan, bahan bangunan, maupun tempat kudus Kemah Pertemuan.
Semuanya sama pentingnya dan harus dihargai. Sebab, kalau satu dari
mereka tidak menjalankan tugasnya, maka peribadatan Israel bisa
berantakan.
Fakta ini bisa kita tarik ke kehidupan bergereja, bahkan kepada
masyarakat umum. Setiap kita memiliki perannya masing-masing, dan
semuanya sama pentingnya. Karena itu, tidak perlu merasa rendah diri
kalau kita memiliki peran yang sering dianggap remeh. Dan jangan
menjadi sombong dan meremehkan orang lain kalau kita memiliki peran
yang sering dianggap mulia. Sebab, tanpa salah satu dari peran
tersebut, gereja dan masyarakat akan berantakan --ALS
SEMUA PERAN YANG ADA DALAM GEREJA DAN MASYARAKAT
SAMA PENTINGNYA DAN HARUS DIHARGAI
|