Bacaan : Roma 12:1-3
Seorang gadis kecil -- cacat dan yatim piatu -- pada saat pengumpulan
persembahan syukur di gereja, mempersembahkan cincin emasnya untuk
pembangunan gedung gereja. Beberapa anggota majelis gereja kaget, dan
setelah kebaktian usai mereka sepakat untuk menemui gadis kecil itu.
"Nak, kami putuskan untuk mengembalikan cincin ini kepadamu karena
kami tahu engkau lebih memerlukan cincin ini daripada kami. Di gereja
ini masih ada banyak orang yang bisa menyumbang. Kamu jangan ya,
Nak." Jawab gadis kecil itu, "Tetapi, Pak, saya bukan memberikan
cincin ini untuk Bapak. Saya mempersembahkan cincin ini untuk Tuhan
Yesus. Hanya cincin ini yang saya punya, yang terbaik untuk Tuhan
Yesus."
Kita kerap bersikap seperti majelis gereja itu -- salah mengerti
terhadap konsep persembahan. Persembahan diberikan untuk Tuhan,
tetapi kita memberikannya seolah-olah untuk manusia dan kita
hitung-hitungan atau memberi ala kadarnya. Roma 12:1 dengan gamblang
menjelaskan bahwa Tuhan tidak mau diperlakukan sembarangan. Dia tidak
pernah memberi sembarangan kepada kita. Dia bahkan tidak menyayangkan
nyawa-Nya untuk diberikan kepada kita. Sudah seharusnya kita memberi
yang terbaik kapada Tuhan; bahkan hidup kita bagi-Nya; hidup yang
kudus dan yang berkenan kepada-Nya.
Setiap kita memberi persembahan di gereja, ingatlah bahwa kita bukan
memberi kepada majelis gereja. Juga bukan untuk pamer, tetapi untuk
kemuliaan Tuhan. Maka, berikanlah yang terbaik. Bukankah segala
sesuatu yang ada pada kita adalah milik Tuhan? --MNT
PERSEMBAHAN YANG TERBAIK ADALAH SEGENAP HIDUP KITA
SEBAGAIMANA YESUS TELAH MEMBERIKAN HIDUP-NYA
|