Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > BERANI TERIMA TANTANGAN?
< November
2009
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Jumat, 20 November 2009

Bacaan Setahun : 1Tesalonika 1-5
Nats : Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6:8)

BERANI TERIMA TANTANGAN?

Bacaan : Yesaya 6:1-8

Sekelompok remaja yang tengah mengadakan retret berdiskusi tentang komitmen mereka dalam menjadi saksi Kristus. Pada akhir diskusi, sang pemimpin diskusi membacakan Yesaya 6:8 sebagai tantangan kepada para remaja: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Ketika sang pemimpin hendak melanjutkan pembacaan, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara seorang remaja yang berteriak: "Ini aku, utuslah dia!" sambil menunjuk seorang teman di sampingnya. Suasana yang tadinya khidmat tiba-tiba berubah penuh gelak tawa.

Saat Nabi Yesaya mendapat penglihatan tentang Tuhan dan para serafim, ia merasa ketakutan. Takut karena ia merasa sebagai seorang yang berdosa; seorang yang najis bibir, yang tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir (ayat 5). Yesaya menyadari akan dosa-dosanya dan merasa tidak layak di hadapan Tuhan. Namun, ketika Tuhan menghapus kesalahannya dan mengampuni dosanya (ayat 6), ia merasa dilayakkan untuk melakukan pekerjaan-Nya. Maka, ketika Tuhan bertanya "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?", dengan lantang ia menjawab, "Ini aku, utuslah aku!"

Menjawab panggilan Tuhan untuk melakukan tugas pelayanan memang bukan sesuatu yang mudah. Bahkan, memandang sebuah pekerjaan Tuhan yang besar dan sukar bisa membuat hati gentar. Jika boleh, jika ada, rasanya hati ini ingin agar orang lain saja yang mengerjakannya. Namun, Allah menantang kita secara pribadi hari ini. Yesaya sudah mendahului kita mengiyakan panggilan itu dengan segenap hati. Adakah kita juga? --GK

SAAT KITA MENJAWAB PANGGILAN TUHAN

DIA AKAN MEMPERLENGKAPI KITA SESUAI DENGAN RENCANA-NYA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran