Bacaan : 1Korintus 16:19-24
Berbeda dengan surat-surat Paulus yang lain, surat Paulus kepada
jemaat di Korintus ditutup oleh salam yang bernada keras, "Siapa yang
tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia." Ada apa dengan Paulus dan
jemaat di Korintus hingga ia menulis kata-kata yang keras dalam
suratnya? Mari kita simak latar belakangnya sejenak.
Jemaat Korintus sesungguhnya adalah jemaat yang luar biasa. Mereka
adalah jemaat yang pernah dilayani oleh hamba-hamba Tuhan yang luar
biasa (1:12) dan juga jemaat yang anggotanya memiliki berbagai macam
karunia rohani. Namun sayang, hal itu tidak membuat gereja ini
bersatu padu dalam melayani Tuhan; malah menimbulkan perpecahan di
dalam tubuh gereja. Perpecahan itu sangat tajam, sehingga
masing-masing kelompok menganggap dirinya paling penting dan hebat.
Bak seorang dokter yang mendiagnosis penyakit, Paulus menyatakan
bahwa penyebab dari perpecahan jemaat di Korintus adalah hilangnya
kasih akan Tuhan di tengah-tengah mereka. Mereka lebih mengasihi diri
sendiri daripada Tuhan. Itulah Paulus. Menyatakan secara tegas
nasihatnya. Ia mau supaya mereka lebih mengasihi Tuhan.
Mengasihi Tuhan seharusnya menjadi tujuan hidup manusia -- termasuk
ketika kita memakai segala kemampuan, bakat, atau karunia yang kita
miliki. Ketika kita kehilangan tujuan ini, hasilnya adalah
keangkuhan. Ketika ada keangkuhan dalam komunitas. hasilnya adalah
perpecahan. Jadi, marilah kita kembalikan tujuan hidup kita kepada
tujuan yang sebenarnya, yaitu mengasihi Tuhan! --RY
DIA HARUS SEMAKIN BERTAMBAH
AKU HARUS SEMAKIN BERKURANG
|