Bacaan : Filemon 1:8-21
Filemon tercatat sebagai salah satu kitab Perjanjian Baru yang paling
pendek. Mengapa surat ini termasuk dalam kanon Alkitab? Pasti ada
sesuatu yang penting di dalamnya! Surat pendek ini memiliki satu tema
pokok: permohonan ampun bagi orang lain.
Onesimus ialah hamba Filemon yang melarikan diri. Dulu Onesimus
merugikan Filemon, tetapi ia mengalami perubahan hidup, sehingga di
penjara ia menjadi sangat berguna bagi pelayanan Paulus. Sebenarnya
Paulus ingin menahan Onesimus agar dapat terus melayaninya di
penjara. Akan tetapi, Onesimus dikirim kembali kepada Filemon,
disertai semacam surat rekomendasi dari Paulus. Apa yang mendasari
surat itu? Pertama, otoritas Paulus sebagai bapa rohani Filemon.
Kedua, kasih yang ada dalam diri Filemon. Ketiga, perubahan hidup
Onesimus itu sendiri. Keempat, kesediaan Paulus untuk bertanggung
jawab sepenuhnya mengganti kerugian Filemon akibat ulah Onesimus pada
masa lalu.
Paulus meminta Filemon menerima kembali Onesimus karena ia
menyaksikan perubahan hidup Onesimus, dari budak buron menjadi
saudara di dalam Tuhan. Paulus "terpikat" oleh perubahan ajaib itu,
dan ia mengharap Filemon pun turut "terpikat". Singkatnya, Paulus
berharap agar Onesimus tidak dianggap melakukan dosa yang tidak
berampun, tetapi diberi peluang untuk bertumbuh di dalam kehidupannya
yang baru.
Adakah orang yang oleh anugerah Tuhan berjuang keluar dari kesalahan
masa lalunya menuju pemenuhan hidup pada masa kini? Sepatutnya kita
mengapresiasi perubahan hidupnya dan menyambutnya sebagai saudara
yang kekasih --DKL
KITA MENGAMPUNI
KARENA KITA TELAH DIAMPUNI
|