Bacaan : Mazmur 49:17-21
Qin Shi Huang Di mungkin adalah kaisar paling terkenal dalam
sepanjang sejarah kerajaan China. Ia adalah kaisar yang pertama kali
menggabungkan seluruh daratan China di bawah satu panji kerajaan. Ia
juga dikenal dalam legenda sebagai kaisar yang berusaha menemukan
ramuan yang dapat memberinya kehidupan kekal. Akan tetapi, seperti
yang kita semua tahu, akhirnya sa-ma seperti orang lain, ia pun
meninggal dunia dan dikuburkan di daerah Xi'an, China.
Kematian adalah sesuatu yang pasti, yang tidak mungkin kita hindari.
Segala hal yang ada pada kita -- kekayaan, status, dan popularitas,
pada akhirnya kelak akan kita tinggalkan. Seperti kata pemazmur,
tidak peduli seberapa pun kayanya kita semasa di dunia, akhirnya
seluruh harta itu akan kita tinggalkan begitu saja (ayat 11). Tidak
peduli seberapa besar rumah yang kita tinggali selama hidup, pada
akhirnya sebidang tanah tempat kita dikubur akan menjadi tempat
tinggal raga kita untuk selamanya (ayat 12). Tidak peduli seberapa
berkuasa dan mulianya kita, pada akhirnya seluruh kekuasaan dan
kejayaan tersebut akan dilepaskan untuk selamanya (ayat 18).
Lalu, apakah ini berarti kita seharusnya sudah cukup menjalani hidup
dengan serbamiskin dan tanpa ambisi? Tentu tidak! Melainkan, didorong
atas kesadaran akan kesementaraan hidup ini, kita harus memakai harta
dan status kita untuk hal-hal yang bersifat lebih kekal, yaitu untuk
hal-hal yang berkenan kepada Allah. Entah untuk menolong orang lain
yang membutuhkan; entah untuk memperbaiki hal-hal buruk yang terjadi
di sekitar kita --ALS
HIDUP DI DUNIA INI SEMENTARA, TETAPI BISA DIBUAT PENUH MAKNA
JIKA DIISI DENGAN HAL-HAL YANG BERKENAN kePADA ALLAH
|