Bacaan : Yohanes 9:1-7
Seorang pemudi resah setelah membaca buku tentang kutuk turunan. Ia
berasal dari keluarga broken home. Ayahnya penjudi. Ibunya menikah
lagi. Buku itu mengatakan, berdasarkan Keluaran 20:5, Allah akan
membalaskan dosa orangtua sampai kepada keturunan keempat. Sang
pemudi jadi bertanya-tanya: apakah ia pun akan menerima warisan kutuk
dari dosa orangtuanya?
Pemahaman tentang adanya kutuk turunan rupanya juga muncul di hati
para murid Yesus. Maka, ketika melihat orang yang buta sejak lahir,
mereka bertanya pada Yesus, apakah ini disebabkan karena dosa
orangtuanya. Jawaban Yesus mengejutkan sekaligus melegakan. Yesus
menjawab: bukan. Malahan menurut Yesus, Tuhan punya rencana indah
bagi si buta. Melalui hidupnya, pekerjaan Allah akan dinyatakan.
Lalu, si buta pun disembuhkan! Yesus mengajak kita melihat ke depan,
bukan mempersoalkan masa lalu. Di dalam Dia tiada lagi kutuk turunan.
Segala kutuk telah dipatahkan, sebab Kristus telah menanggungnya.
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan
menjadi kutuk karena kita" (Galatia 3:13).
Di tiap mobil ada kaca depan dan kaca spion. Yang satu untuk melihat
ke depan, satunya untuk melihat ke belakang. Melihat kaca spion itu
penting, tetapi sebentar saja. Jauh lebih penting memusatkan
pandangan ke kaca depan. Begitu pula dalam perjalanan hidup.
Sekali-sekali kita perlu melihat ke belakang, tetapi jangan terpaku
di sana. Jauh lebih penting melihat ke depan. Melihat apa rencana
Tuhan bagi masa depan kita. Dalam nama Yesus kita bisa berkata:
"Selamat tinggal kutuk turunan!" --JTI
TUHAN MEMENTINGKAN SIAPA ANDA KINI
BUKAN SIAPA ANDA DAHULU
|