Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > SEMAKIN LANGKA
< November
2009
>
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Senin, 9 November 2009

Bacaan Setahun : Yohanes 18-21
Nats : Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati (Lukas 6:36)

SEMAKIN LANGKA

Bacaan : Lukas 6:27-36

Murah hati selalu berkenaan dengan sikap memberi; entah memberi waktu, tenaga, materi, atau juga memberi diri. Namun, tidak semua pemberian bertolak dari kemurahan hati. Sebab bisa saja orang memberi dengan maksud tertentu, alias ada pamrihnya.

Bahasa Yunani murah hati adalah eleemon (bahasa Ibrani: khessed). Kata ini mengandung tiga pengertian: (1) Simpati, kesediaan untuk menangung kesusahan dan kesedihan orang lain; (2) Empati, kesediaan untuk menempatkan diri pada "posisi" orang lain; ikut merasakan dan mengalami apa yang orang lain rasakan dan alami; (3) Pengampunan, kesediaan untuk memaafkan orang lain yang menyakiti, lalu memulai kembali relasi baru tanpa dibayangi kebencian.

Pada zaman modern sekarang ini, nilai-nilai kemurahan hati semakin terkikis. Simpati menjadi sesuatu yang langka. Orang bisa sambil tertawa-tawa membicarakan musibah yang menimpa orang lain, atau bahkan tega menambah kesulitan kepada orang lain yang hidupnya sudah susah. Empati juga semakin sukar ditemui. Orang gampang melontarkan celaan, fitnahan, gosip, ejekan terhadap orang lain, tanpa memikirkan bagaimana kalau mereka atau keluarga mereka yang mengalaminya. Begitu pula pengampunan, semakin mahal. Yang subur justru balas dendam; mata ganti mata, gigi ganti gigi, pukulan dibalas pukulan, bom dibalas bom. Malah semakin runyam.

Kemurahan hati adalah cerminan sifat Allah Bapa. Dan tugas kita adalah terus menumbuhkan dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu kita bisa memulainya dari lingkungan kita yang paling dekat --AYA

KEMURAHAN HATI PADA ZAMAN SEKARANG INI

IBARAT SEGELAS AIR SEGAR DI PADANG GERSANG
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran