Bacaan : Kisah 10:34-43
Seorang ibu yang sudah lanjut usia sakit keras. Dokter memperkirakan
masa hidupnya tidak akan lama lagi. Ia sudah siap jika memang
demikian. Putrinya yang merawat menghiburnya, "Di surga, setiap orang
yang kita cintai ada di sana."
Ibunya tersenyum dan menjawab, "Tidak, Sayangku. Di surga, aku akan
mencintai setiap orang yang ada di sana."
Benarkah kondisi surga seperti yang digambarkan ibu tadi? Saya belum
tahu. Menariknya, perkataan tersebut secara tidak langsung justru
menunjukkan salah satu cara menghadirkan surga di bumi ini. Bukankah
kehidupan kita akan bersuasana surgawi ketika kita belajar untuk
mengasihi orang-orang yang ada di sekeliling kita?
Yesus bertindak seperti itu. Dia hadir ke dunia yang penuh dengan
orang-orang yang memusuhi-Nya. Tetapi, Dia memilih untuk mengasihi
setiap orang yang dijumpai-Nya -- bahkan orang-orang yang
menyalibkan-Nya! Ketika berkhotbah di rumah Kornelius, Petrus
menyimpulkan bahwa Yesus ialah Pribadi yang berkeliling untuk berbuat
baik dan memulihkan kehidupan orang. Dengan memilih untuk mengasihi,
Dia menghadirkan Kerajaan Surga ke dalam dunia. Dan, setelah bangkit
dari kematian, Dia mengutus para murid untuk melanjutkan kesaksian
Kerajaan Surga tersebut.
Amanat tersebut tetap berlaku bagi kita. Selama hidup di dunia ini,
kita dipanggil menjadi duta Kerajaan Surga. Kita ditantang untuk
mengasihi dan berbuat baik kepada setiap orang -- termasuk
orang-orang yang menjengkelkan dan bahkan mereka yang memusuhi kita.
Maka, kita akan mengalami surga di bumi! --ARS
KASIH MENJADIKAN DUNIA YANG FANA
MENGECAP KEINDAHAN SURGA YANG BAKA
|